Posts Tagged 'sepeda'

Mengecat Sepeda

Belakangan ini saya sedang menyukai sepeda. Iya, sepeda yang berkayuh alias sepeda angin. Memang sih saya akui terpengaruh tren sekarang. Mulai dari bike to work sampai program car free day.

Demi suksesnya kesukaan saya terhadap sepeda, sampai-sampai saya mengandangkan motor yang biasa saya pakai.

Sedikit-demi sedikit saya jadi cinta, yang awalnya cuma suka.

Rasa cinta ini membawa konsekuensi macam-macam terhadap dunia persepedaan saya. Dari awalnya cuma yang penting punya sepeda akhirnya sekarang gimana caranya bisa punya sepeda yang unik. Salah satu langkah yang mudah adalah dengan mengecat sepeda dengan warna yang “nyeleneh”. Apalagi nyeleneh kan tidak ada pedomannya, jadi ya ngawur aja.

Beberapa kali saya berganti-ganti sepeda, yang semuanya saya cat sendiri dengan warna yang aneh-aneh. Ada yang ngecatnya pakai cat semprot dalam kaleng ada juga yang pakai alat spray gun dan kompresor.

Dengan sedikit pengalaman saya itu coba saya bagi di sini semoga bisa bermanfaat bagi rekan-rekan pembaca.

Jika ingin mengecat sepeda beberapa langkah yang harus dilakukan adalah

1. Pisahkan bagian-bagian yang ingin dan tidak ingin dicat

Beberapa bagian mungkin tidak perlu dilepas tapi cukup ditutup dengan isolasi/kertas agar terhindar dari cat. Jika bagian itu kecil sekali dan terlalu merepotkan untuk menempelkan isolasi cukup oleskan minyak/grease. Dengan minyak itu nantinya bisa dengan mudah dihapus bagian yang terkena cat.

2. Bersihkan permukaan yang ingin dicat

Membersihkan di sini harus benar-benar bersih. Termasuk sisa-sisa cat lama. Jika punya paint remover gunakan itu. Hati-hati bahan itu akan terasa panas jika terkena kulit. Jadi gunakan pelindung diri dengan sarung tangan dan kacamata. Pernah saya meremehkan penggunaan kacamata tapi efeknya mengerikan. Karena ketika membuka wadah paint remover itu (yang biasanya berupa kaleng) bisa dipastikan isinya akan menyemprot karena tekanan. 

Jika tidak punya paint remover cukup gosok dengan amplas kasar (nomor 80). Biasanya amplas berbahan kain. Dengan amplas ini cat lama tidak akan habis sempurna, jadi perlu dilanjutkan dengan amplas yag lebih halus (nomor 120-200), biasanya berbahan kertas. Jenis amplas ini tahan air karena memang harus dipakai bersama air.

3. Meratakan bagian yang penyok (jika ada)

Setelah cat lama, karat, dan kotoran sudah bersih bagian yang penyok/koyak/gores harus diratakan. Gunakan dempul duco untuk menutupnya. Bisa dioleskan dengan kapi untuk bagian yang besar. Jika tidak memungkinkan pakai kapi maka jari tangan bisa jadi alternatif. Untuk bagian-bagian yang hanya tergores saja gunakan plastik untuk meratakan. Caranya, tekan kuat plastik pada frame/pipa yang telah diolesi dempul. Agak susah memang membayangkan, harusnya ada screenshoot tapi sayangnya saya belum punya.

4. Ratakan dempul

Caranya sama seperti waktu menghilangkan cat lama. Hanya harus lebih halus lagi karena goresan kecil saja pada dempulan akan terlihat kalau sudah dicat. 

5. Cuci

Ya, memang harus dicuci untuk memastikan frame/bagian yang akan dicat benar-benar bersih. Kemudian keringkan. Cat akan merekat lebih baik ketika media dalam keadaan hangat/agak panas. Jadi jemur dulu jika tidak punya ruangan oven.

6. Pengecatan

Lapisan pertama adalah cat dasar. Biasanya berupa epoxy. Hanya epoxy ini tidak ada yang berbentuk cat semprot kaleng jadi harus dengan spray gun dan kompresor. Jika terlalu sulit cukup pakai cat putih saja untuk cat dasarnya.

Setelah proses ini bagian yang belum sempurna gosokannya akan terlihat. Jadi perlu diamplas/didempul lagi.

Lapisan kedua adalah cat inti. Pada lapisan ini semprotkan minimal 2 lapis tipis-tipis dan rata. Pastikan tidak ada cat yang menggumpal. Lakukan pengecatan dengan menggantung frame/bagian yang dicat untuk memudahkan proses.

Lapisan terakhir yaitu cat clear/bening. Fungsinya jelas yaitu untuk mengilapkan dan melindungi warna cat inti. Sebelum dicat bening ada baiknya cat inti tadi diamplas pakai amplas halus (nomr >200) dengan air. Agar permukaannya benar-benar halus.

 

Jangan lupa setiap lapisan harus dipastikan kering terlebih dahulu sebelum ditumpuk dengan lapisan berikutnya. 

Proses pengecatan selesai, bagian-bagian yang sebelumnya dilepas/dipisah dapat dipasang kembali. 

Selamat berkarya

Advertisements

Kendaraan yang Kuimpikan (sekarang)

Tanggal 21 Februari lalu adalah waktu untuk membayar pajak motor. Waktu melihat tanggal yang tertera itu langsung saya lihat di kalender. Hari apakah itu? Oh ternyata hari senin minggu depan (waktu itu). Maka saya putuskan untuk pulang akhir minggu ini. Seninnya bisa ke samsat buat ngurus.

Singkat cerita saya sudah di samsat hari senin itu. Fotokopi macam-macam untuk melengkapi persyaratan membayar pajak. Kemudian serta merta saya antri di barisan orang bayar pajak. Begitu berkas saya serahkan kepada petugas, Bapak itu berkata ” Oh, ganti STNK tidak di sini mas antriannya!”

Dueng… ternyata STNK saya mati hari itu.

Daripada kelamaan bengong di situ kemudian mengganggu antrian di belakang saya. Langsung saja saya cabut. Berkas saya masukkan kembali ke dalam tas kemudian ambil motor dan pulang.

Jadinya kepulangan saya ke kampung halaman itu tidak mencapai tujuan. Karena motornya tidak saya bawa pulang. Padahal persyaratan mengurus STNK baru harus dilengkapi gesek nomor rangka dan nomor mesin kendaraan. Jadinya mending balik aja ke kota saya mencari sesuap nasi. Kapan-kapan aja diurus kembali.

Eh…tidak berapa lama saya kembali ke kota motor saya dipinjam sama teman. Otomatis stnknya dibawa sekalian. Motor ini dipakai ke stasiun, rencananya dia juga mau pulang kampung, naik kereta. Kurang tahu ada urusan apa di rumah.

Dua hari setelah itu saya dapat sms, “Mas, dapat musibah ini. Dompet saya dicopet dan stnknya ikut di dalamnya”. Alamak….

Akhirnya motor itu saya kandangkan saja. Selama masa pengurusan stnk baru. Ternyata lama juga ngurusnya. Bukan karena birokrasinya yang sulit tapi memang karena saya belum punya uang, hehe.

Jadi bingung deh sekarang kalau mau kemana-mana tidak ada kendaraan yang siap tempur di aparat.

Untung saya lihat di tempat parkir kost saya di kota ada sepeda balap jadul yang ngangkrak tidak terpakai. Sepeda ini milik teman saya yang sekarang dia sudah dapat kerjaan di ibukota. Sepeda bututnya ditinggal siapa tahu ada yang mau memakai.

Ketika saya check ternyata sudah tidak bisa dipakai lagi. PErlu banyak perbaikan agar dapat dikendarai lagi. Daripada nanggung perbaikannya skalian saja sepeda itu rencana saya bikin sepeda fixie. Itu sepeda fix gear/ single gear yang sekarang lagi ngetren. Kebetulan bentuk rangkanya sama. Beda di garpu depan aja.

Tapi ternyata persoalannya kembali agi, tetep sama. Saya belum punya uang, jadi rencana itu belum berjalan. Padahal keperluannya cukup banyak juga. Mulai dari beli fix gearnya, ban depan belakang, sama ngecat lagi biar kelihatan lebih bersih. Ditambah lagi mungkin harus ganti velg atau minimal dicat lah.

Doakan bisa cepet jadi ya.


October 2019
M T W T F S S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Advertisements