Posts Tagged 'lawu'

Tidak Bisa Ikut ke Ungaran, Masih ada Pilihan ke Lawu

Beberapa teman ada yang mengeluh tidak bisa ikut ke Ungaran karena liburnya gak panjang.

Kenapa tidak minggu depannya, pas libur natal itu?

Karena pas natal itu saya ada rencana nemenin rekan-rekan dari kimia ITS naik ke Lawu. Jalur wisata juga, hanya sekitar 6 jam perjalanan dari pos pemberangkatan sampe pos 5/hargo dalem, asal mau berjalan terus.

Hanya di Gunung Lawu lo ada sumber air di ketinggian di atas 3000m dpl. Yaitu sendang Drajat, sendang yang tidak pernah kering meski kemarau panjang. Banyak cerita mistis tentang gunung ini. Mulai dari perjalanan yang diikuti burung jalak sampai berbagai pantangan pakaian yang sampai perlu ditulis di pos pemberangkatan. Sampai Hargo Dalem pun kita masih disuguhi tempat yang mistis juga. Seperti Pasar Dieng misalnya, pasar yang tidak ada penjualnya. Hanya berupa tumpukan batu-batu yang konon adalah pasar setan.

Itulah Gunung Lawu

Rencana Perjalanan :::

Kalo teman-teman mau gabung, rombongan dari Surabaya berangkat tanggal 23 Desember pukul 14.00. Berangakat naik bus umum menuju Maospati. Perkiraan sampai di sana pukul 18.00. Jadi yang tidak berangkat dari Surabaya bisa janjian ketemuan di Terminal Maospati ini. Dari situ perjalanan dilanjutkan dengan carter mobil menuju Cemoro Sewu (pos pemberangkatan). InsyaAllah nanti saya sediakan mobilnya kalau jumlah pesertanya sudah cukup untuk memenuhi satu mobil (8/9 orang lah).

Kalau lebih dari itu mending kita carter L300 yang ada di sekitar situ. Memang sih lebih mahal dikit tapi memang habis maghrib kendaraan umum ke atas tidak ada.

Rencana Aktivitas :::

Sesampai di Cemoro Sewu kira-kira pukul 20.00, kita dirikan tenda di situ. Menikmati malam sambil bakar-bakar ikan/ayam skaligus makan malam. Tidak perlu lama-lama karena besok paginya harus memulai perjalanan jalan kaki pagi-pagi benar.

Harapan saya tidak sampai pukul 15.00 kita sudah sampai di Hargo Dalem. Jadi bisa menikmati sunset di puncak (Hargo Dumilah). Kalau beruntung kita akan menginap di warungnya mbok yem. Cukup hangat, banyak makanan, dan pastinya tanpa harus mendirikan tenda. Jika warungnya Mbok Yem ternyata sudah penuh berarti menginap di salah satu barak yang ada di Hargo Dalem. Barak ini pun jumlahnya terbatas. Alternatifnya adalah di goa-goa atau mendirikan tenda.

Sekitar pukul 03.00 kita bangun trus berjalan ke puncak, buat ngliat sunrise. Kalau terlalu berat, melihat dari sekitar tenda pun bisa kok baru setelah itu ke puncak (lagi).

Hari minggu pukul 10.00 kita turun, insyaAllah maksimal 4 jam kita sudah di pos pemberangkatan. Istirahat sebentar, mandi kalau perlu baru cabut naik kendaraan. Bisa cari carteran/kendaraan umum dari sini.

Yup, selesai deh

Pengen gabung?
Kontak saya ya
dodikw@gmail.com

Advertisements

October 2018
M T W T F S S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Advertisements