Posts Tagged 'Laundry'

Bosan Cari Kerja

Dulu, sewaktu saya masih kuliah, saya nekaaaat cuti satu semester buat membikin suatu usaha. Pada awal mau cuti belum kebayang sebenarnya mau usaha apa. Pokoknya bikin usaha yang menghasilkan duit.

Berhubung waktunya cuti sudah dijalanin, mau gak mau harus ada kegiatan konkret nih. Berpikir sejenak akhirnya teringat impian saya waktu masih semester 4. Bikin laundry. Ya, laundry. Usaha yang gak bakal ada matinya, menurut saya.

Semakin lama manusia akan semakin mencari kepraktisan. Apalagi masyarakat perkotaan. Semakin sempitnya rumah tinggal, besar kemungkinan mereka tidak punya jemuran. Kalaupun punya, belum tentu mereka sempat untuk mencuci baju yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. Ditambah lagi waktu pengeringan yang lama juga. Padahal jika mereka pegawai kantoran, waktunya sudah banyak habis untuk bekerja dan di jalan.

Maka, pilihan yang tepat untuk baju kotor jelas, laundry. Tinggal siapkan beberapa ribu, anter ke tempat laundry-an ato cukup sms, ambil pas pulang kerja sudah bersih, rapi, dan wangi.

Sebenarnya bisa juga dengan mempunyai mesin cuci dan mesin pengering sendiri. Tapi jelas dibutuhkan biaya yang terlalu besar untuk kapasitas cucian rumah tangga. Belum lagi harus ditungguin prosesnya, berarti butuh operatornya. Hem.. repot kan?

Hal seperti itu sedikit banyak mirip juga dengan dunia perkuliahan. Cuma bedanya, anak kost lebih disebabkan karena kemalasan.

Ok, kembali lagi ke topik. Dengan ide saya yang seperti itu, banyak yang menghalang-halangi niat saya. Atau paling tidak menyayangkan langkah yang saya ambil waktu itu.

Berbagai saran dan nasihat saya dapatkan. Tapi tidak sedikitpun mengubah niatku.

Waktu itu banyak yang bilang kalau pengorbanan saya terlau besar. Mengorbankan kuliah untuk membuat usaha. Berhubung waktu cuti sudah berjalan, mau tidak mau saya harus segera memulai usaha itu.

Dari mana saya mendapatkan modal? Mungkin waktu itu uang 100 ribu saja saya tidak punya. Padahal untuk memulai usaha laundry tentu butuh jutaan bahkan mungkin puluhan juta.

Saya putuskan untuk minta tolong sama teman-teman saya, barangkali ada yang mau minjemin dulu. Hasilnya nihil. Hampir satu bulan menganggur, akhirnya ada titik terang. Kakak perempuan saya menawari pinjaman. Tapi dari bank, dengan bunga sekian dan cicilan perbulan sekian. Langsung saja saya sanggupi. Walaupun belum tahu harus seperti apa ntar. Kalo kebanyakan orang memulai usahah dari nol, saya memulai dari minus. Hutang bank 15 juta plus bunganya, dicicil perbulan selama 2 tahun.

Oleh kakak saya ditanyain tentang prospeknya gimana? Kujawab dengan singkat dan meyakinkan. Selalu ada pasar untuk apa saja. Seperti kata Mikael Beckmen bintang film porno amerika serikat.

Continue reading ‘Bosan Cari Kerja’

Advertisements

Ngerinya Laundry

Tidak terasa ternyata sudah 4 bulan usaha laundryku (patngan sama temen-temen sih) beroperasi. Alhamdulillah sudah bisa dirasakan hasilnya. Walaupun belum sepenuhnya bisa menopang seluruh kebutuhanku hidup di perantauan. Minimal bisa sedikit berbangga bisa makan dari duit sendiri -gak perlu kerja ke orang lagi-. Malah sekarang sudah punya 4 pegawai yang semuanya cewek. Asik ya…? Cuma kadang memang masih perlu juga turun langsung mengerjakan cucian, atau sekedar mbersihin dalemnya mesin. Alhamdulillah, bulan lalu sudah nambah satu mesin lagi. Jadi sekarang pake 2 mesin cuci dan satu mesin pengering. Sebenarnya kurang sih kalau melihat banyaknya cucian yang masuk. Tapi mau bagaimana lagi, duitnya belum cukup buat beli mesin pengering lagi. Secara mesin pengering relatif lebih mahal dari mesin cuci. Belum lagi kebutuhan listriknya yang selangit. Berarti kan harus nambah daya lagi. Padahal sekarang sudah 10A (2200 W). Kalau ditambah lagi kan jadi kelas bisnis. Bisa kena disinsentif..! Kelasnya jadi bisnis dong. Ada biaya minimal dong..! Waduh.. gimana solusinya?

Bukan masalah yang besar sih sebenarnya. Kalau memang listrik digunakan untuk bisnis, kenapa gak mau bayar dengan tarif bisnis? Gak papalah mahalan sedikit. Nanti kalau memang sudah waktunya pasti bisa bayar kok. Gitu aja keyakinanku. Selama sudah berusaha maksimal, tidak ada yang perlu ditakutkan.

Dibalik kebanggaan itu ada satu hal yang membuatku kurang sreg dengan laundryku sekarang. Ceritanya berawal ketika aku mengumpulkan semua wadah yang digunakan laundry-ers. Coba bayangkan..! satu tas palstik (kresek) itu diuntel-untel. Berapa senti diameternya? Kira-kira 10 senti lah. Berarti volumenya 523.333 cm3. Kalau dalam sehari ada 10 paket cucian yang masuk berarti sudah ngumpul 5233.33 cm3 plastik. Padahal tidak jarang cucian masuk dalam sehari sampai 20 paket. Wuih ngeri juga kalau harus dikalikan 30 hari. Kalu susah mbayanginnya kira-kira sebesar 2 kali tong oli pertamina lah dalam sebulan. Belum lagi tas plastik yang digunakan membungkus pakaian yang sudah bersih. Berarti 2 kali lipatnya dong..! Jreng..jreng..jreng… ada yang punya solusi?

Ada ide untuk memakai kantong kertas sebagai pembungkusnya. Sampai sekarang masih mencari model dan harga yang cocok. Siapa tahu temans yang ada di sini bisa membantu saya menemukan solusinya. Kalau bisa pesan on line malah bagus tuh. Asal bagus dan murah pasti tak beli :mrgreen:


October 2019
M T W T F S S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Advertisements