Cara Assessment Bencana yang Oke

Sembilan hari Saya berada di Palu melakukan assessment terdampak kejadian gempa, tsunami, dan likuifaksi. Hal yang dilakukan ketika melaksanakan assessment adalah mendata sebagai berikut:
1. Jumlah rumah yang rusak ringan/sedang/berat di satu daerah beserta dokumentasinya
2. Jumlah dan nama fasilitas umum yang rusak
3. Jumlah dan nama fasilitas kesehatan yang rusak
4. Jumlah masjid/tempat ibadah dan nama yang rusak
5. Jumlah warga yang mengungsi
6. Jumlah korban luka dan meninggal
7. Masukan dan usulan bentuk bantuan untuk warga setelah melihat lapangan

Untuk poin nomor 7 dapat diperdalam lagi menjadi jenis-jenis bantuan sesuai program yang telah ada. Seperti misalnya bantuan logistik, air bersih/sumur bor/pemipaan, rumah hunian permanen/sementara, pembangunan/perbaikan rumah ibadah, atau gabungan dari beberapa jenis bantuan.

Jenis bantuan apa yang cocok untuk tempat dan waktu tertentu itu ditentukan oleh keakuratan data yang dikumpulkan. Sesegera mungkin menolong korban itu memang penting. Namun juga tak kalah penting adalah tentang siapa, berapa, dan bagaimana kondisi korban tersebut. Keakuratan data akan memudahkan tindakan pertolongan selanjutnya.

Data korban mafaatnya banyak sekali. Baik data yang hidup maupun yang meninggal. Data korban yang hidup berguna untuk mengetahui jumlah logistik yang diperlukan dan sebaran lokasi pengungsian. Dua data tersebut bisa dijadikan banyak tindakan pertolongan. Mulai pendistribusian logistik, pelayanan kesehatan, bahkan sampai nanti proses tindakan psiko-sosial atau trauma healing.

Namun kondisi lapangan memang tidak bisa selalu ideal. Banyak sebabnya. Salah satunya dan mungkin yang utama adalah masyarakat kita belum menjadi masyarakat yang tanggap bencana. Hal tersebut menjadikan mereka kagok/bingung apa yang harus dilakukan jika sudah terjadi bencana.

Tidak dapat dipungkiri, masyarakat yang terdampak bencana pasti mengalami trauma, sekecil apapun. Hal itu mempengaruhi reaksi yang akan muncul kemudian. Jika sudah terlatih dan terus berlatih menjadi masyarakat yang tanggap bencana tentu hal-hal dasar tindakan ketika terjadi bencana akan mudah dilakukan (tidak terlalu terpengaruhi trauma). Seperti menyelamatkan diri, menolong orang lain, dan melakukan assesment/pendataan.

Poin terakhir tersebut begitu penting dilakukan oleh masyarakat lokal sendiri karena relawan yang biasanya dari orang luar daerah akan kesulitan mengenali orang dan daerah yang akan di-assessment. Lalu bagaimana caranya agar proses assessment tersebut mudah dilakukan? Setelah selamat segera kumpulkan tim untuk melakukan assessment, mencatat semua korban yang ada. Baik yang hidup atau meninggal. Caranya sebagai berikut:
1. Tempatkan orang di pusat-pusat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, ambulan, dll.
2. Jika sudah mencultempat penampungan/pengungsian, tempatkan orang di situ juga.
3. Catat semua hal, nama, asal daerah/kampung/RT-nya, dan kondisi korban. Karena yang mencatat adalah warga lokal sendiri tentu lebih mudah dan presisi dalam mengidentifikasi korban.

Lakukan hal di atas selama seminggu berturut-turut 24 jam. Karena biasanya fase emergency itu 1 minggu, kecuali ada penambahan. Lakukan rekapitulasi data setiap malam/dini hari agar pagi hari bisa release jumlah korban yang terdata lengkap beserta asal daerah, kondisi, dan ditampung di mana. Buat posko pusat informasi untuk hal tersebut.

Seringkali kita abai tentang data ini karena sibuk menolong korban luka. Itulah sebabnya kita harus bekerja dalam tim yang sudah terbagi sebelum terjadi bencana. Jadi tim tersebut sudah tahu harus bagaimana ketika bencana terjadi. Tidak kemudian terlibat terlalu dalam untuk menolong korban luka karena ada tugas yang tak kalah penting yang diemban.

Tapi bukankah sudah ada lembaga/instansi negara yang bertugas seperti itu? Iya tapi lembaga/instansi tersebut tidak selalua ada di setingkat desa/kelurahan. Sekali lagi, assessment/pendataan akan cepat dan mudah jika yang melakukan adalah masyarakat lokal sendiri.

Advertisements

0 Responses to “Cara Assessment Bencana yang Oke”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




October 2018
M T W T F S S
« Sep   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Advertisements

%d bloggers like this: