Langkah Kecil Mencintai Bumi dengan Membuat Biopori

Bersyukur sekali peduli kepada kelestarian lingkungan sekarang sudah menjadi tren. Dengan berbagai “genre” nya saling mengisi dan menginspirasi setiap orang. Genre tua yang sejak jaman behuela sudah didengungkan adalah penanaman pohon. Dahulu biasa disebut reboisasi. Sekarang dengan berbagai istilahnya intinya menanam pohon. Semakin ke sini semakim banyak pemilahan genre itu. Menanam pohon pun ada yg fokus menanam mangrove, bambu bahkan padi. Eh bukan, kalau padi jadinya petani yak, bukan reboisasi. Intinya sekarang banyak hal yang bisa kita lakukan untuk peduli kelestarian lingkungan dan fasilitasnya pun sudah banyak sekali.

Fasilitas yang paling terjangkau tentu internet. Tempat mencari referensi juga mencari komunitas yang berkecimpung di dalamnya. Bukan hal yang sulit mencari artikel bertema DIY (Do It Yourself) tentang peduli lingkungan. Pemanfaatan barang bekas, pemilahan sampah, penggunaan kantong belanja, penggunaan thumbler, pembuatan biopori, sumur resapan, dan seterusnya banyak sekali. 

Nah kemudahan ini harapannya juga membawa dampak semakin banyak juga yang berbuat. Bukan sekadar prototype untuk keperluan sensasi. Tapi memang benar dilakukan oleh masyarakat. 

Misalnya membuat meja dari botol air mineral. Nah cukup memungkinkan atau tidak itu. Dari sisi kekuatan struktur, kenyamanan, sampai estetika harus menjadi pertimbangan. Jika ada yang kurang tentu akan membuat orang akan enggan membuatnya. Sudah sulit membuatnya e ternyata tidak nyaman, tidak kuat, atau bahkan hanya karena alasan tidak indah/pantas. Akhirnya meja/kursi dari botol air mineral hanya ada dalam dunia prototype.

Alhamdulillah saya menemukan hal – hal yang memang benar mudah juga diaplikasikan di dunia nyata. Pertama, pembuatan biopori. Biopori adalah lubang – lubang di sekitar rumah dengan kedalaman tertentu untuk menyerap air hujan. Dibuat agar tidak langsung menuju saluran pembuangan tapi tersimpan dalam tanah. Bermodalkan pipa bekas diameter 3″ (inch), solder, alat pelubang tanah (alat biopori/linggis), besi pegangan. Cukup mudah membuatnya. Lubangi sisi – sisi pipa dengan solder. Buat lubang sebanyak mungkin namun tidak membuat pipa patah. Lubangi tanah sesuai ukuran pipa juga kedalamannya. Masukkan pipa, selesai.

Pada foto di atas, lubang pipa saya tutup pakai kawat ram. Dengan tujuan agar sampah tidak masuk dan akhirnya menyumbat lubang. Ternyata itu salah. Justru sebisa mungkin sampah (organik) ikut aliran air masuk ke dalam lubang sehingga mempercepat proses komposting. Nanti jika sudah penuh dan sampah sudah menjadi kompos tarik pipa dari dalam tanah. Sediakan besi pegangan di sisi atas pipa seperti pada gambar. Kemudian komoosnya bisa dipakai untuk memupuk tanaman pekarangan.

Mudah bukan? 

Tulisan saya selanjutnya akan menceritakan pembuatan sapu dari botol bekas. Tunggu saja uploadnya hehehe.

Terima kasih sudah membaca. Selamat mencoba dan mewujudkan cinta kepada bumi.

0 Responses to “Langkah Kecil Mencintai Bumi dengan Membuat Biopori”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: