Seperti Kaleidoskop Kehidupan Saya Ini

Akhir tahun ikut-ikutan budaya membuat kaleidoskop kah kamu? Saya coba membuat ah. Biar kayak orang-orang. Meski berdasar ingatan jangka pendek saya yang payah namun untuk beberapa kejadian yang saya anggap penting biasanya ingat dengan sangat detail.🙂

Selayaknya kaleidoskop dimulai dari awal tahun. Hanya sebagai penanda dan pengingat kekerenan saya sahaja kok ini:mrgreen:

Januari
Setelah selesai berkegiatan SOS 3 (Save Our Semeru 3) saya berangkat ke Jakarta. Dengan tujuan melaporkan kepada pengurus dan sponshor yang mendukung kegiatan itu. Naik kereta Jayabaya dari Malang dengan tiket seharga 380rb. Cukup mahal, tapi memang sudah tidak ada pilihan kereta lain. Sudah ludes jauh-jauh hari kata petugas tiket. Di kereta bareng teman, anak Lumajang yang dulu sekampus. Meski beda jurusan tapi kenal karena saya sering ngeceng ke jurusannya dia yg banyak cewek cakep dia sering lewat depan Sanggar Pramuka. Lumayan ada teman ngobrol. Cantik🙂

Sesampai jakarta langsung sibuk dengan persiapan laporan keuangan. Baru bisa dikerjakan karena beberapa personil panitia memang dari jakarta dan banyak nota yg dibawa. Laporan selesai kemudian presentasu. Semua selesai dalam 3 hari. Berencana pulang? Tidak, main dulu ke teman-teman di jakarta dan sekitarnya. Seminggu, niat pulang eh jakarta banjir. Ditawarin sama teman buat bantu ACT ngurus korban banjir di Jakarta dan sekitarnya. Ayo aja lah. Jadilah saya tertahan di sana. Jadi anak Jakarte lah ceritanya🙂

Februari
Masih di ACT. Biasanya banjir Jakarta selesai seminggu. Ternyata memang benar tapi air bergeser ke Tangerang. Jadilah wira-wiri dari Kantor ACT di Ciputat ke Tangerang. Hafal tolnya minimal.

Maret
Masih juga di ACT. Setelah banjir selesai disambung dengan banyak kebakaran. Mulai dari daerah Sawah Besar sampai yang terakhir di Tanah Abang. Alhamdulillah nambah banyak wawasan bagaimana penanganan pengungsi korban bencana. Oiya selama di ACT saya diberi mess di salah satu ruang kantornya. Ruang B5. Sampai sekarang beberapa barang saya masih di situ. Juga teman – teman.

Akhir maret kena todong di angkot D-01. Angkot trayek Ciputat – Kebayoran Lama. Dompet dan hp dibawa. Ludes. Untung masih ada uang seamplop dari gaji gak ikut dibawa. Pulang kampunglah saya.

April
Lupa bulan ini ada kejadian penting apa. Kayaknya ada kegiatan apa gitu. Entahlah, KEPO mungkin, Kenduri Pohon di Gunung Lemongan, Lumajang. Tapi saya gak ikut hehehe. Trus akhir bulan kerja di Adhi Karya.

Mei
Lupa juga. Persiapan lamaran kayaknya. Ngobrol – ngobrol dengan pacar tentang kelanjutan hubungan. Jadinya deal lamaran bulan depan. Alhamdulillah

Juni
Ulang tahun, horeeee, tapi ya di kantor aja. Kerja seperti biasa. Sekadar menelepon pacar ngucapin selamat ultah juga. Lamaran 14 Juni, menyiapkannya seperti tidak percaya. Banyak keajaiban dan kemudahan terutama tentang finansial, Allohu akbar. Kemudian puasaan🙂

Juli
Lebaran. Keluarga pacar silaturahmi ke rumah membahas tanggal akad nikah. Tidak ketemu -__- . Saya pasrah aja. Tanggal berapapun oke. Ibu saya pun begitu. Ahamdulillah.

Agustus
Resign dari Adhi Karya. Belum nemu tanggal jadi belum bisa menyiapkan undangan. Pokoknya nunggu pacar wisuda saja. Sambil mencari gedung yang bisa disewa kisaran akhir september sampai awal oktober. Bulan dzuhijah banyak yang menikah. Semua gedung yang masuk spesifikasi tiap jumat – minggu sudah full booked. Akhirnya di salah satu gedung diberi saran oleh petugasnya tanggal 15 Oktober saja. Hari kamis. Kosong itu. Oke tanpa pikir panjang, deal. Jadi tanggal pernikahan saya itu yang menentukan petugas gedung😀

September
Membuat undangan. Segala konsep impian dituangkan. Jadi!
Tapi bapak calon mertua kurang berkenan.😦 Terlalu berkonsep anak muda😦 Souvenir bikin gelang prusik. Selain konsepnya masuk juga murah hehehe karena bisa bikin sendiri.

Oktober
Alhamdulillah saya bulan ini menikah. Meski dengan persiapan seadanya syukur bisa mendapat modal untuk bayar sana – sini. Atas bantuan semua saudara, teman, juga doa – doa. Tak lupa terimakasih untuk Mas Rusdi, suami dari Ngesti Wihayuningtyas yang memberi order pengadaan sepatu. Tambahan modal nikah :-*

November
Sibuk jualan barang – barang outdoor. Dari pameran ke pameran, JNE, kulakan, sampai keliling Surabaya untuk COD-an.

Desember
Pulang ke kamoung halaman di Ngawi. Menata diri dan bersama istri di kota kecil. Merintis usaha kecil – kecilan. Doakan semuanya berkah🙂

2016?
Bismillah saja. Chayoooo!!!!

0 Responses to “Seperti Kaleidoskop Kehidupan Saya Ini”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: