Serius dengan Aktivitas Ruang Terbuka

Sekarang memang sedang trend beraktivitas di alam terbuka. Dimulai dengan munculnya film bersetting oendakian gunung sampai menjamurnya acara petualangan dan perjalanan keliling Indonesia di televisi.

Sebagai seorang yang menyukai berkegiatan di alam terbuka tentu saya senang dengan hal ini. Artinya semakin banyak orang lain yang menyukai apa yang saya sukai. Semakin mudah mencari teman untuk melakukan perjalanan. Sekarang sudah hampir mustahil mendaki gunung sendirian dan sepi. Karena gunung yang dulunya tidak terkenal sekalipun ramai pengunjung bahkan dari luar kota.

Seperti semua trend yang lain, selalu membawa hal positif sekaligus negatifnya. Sudah banyak yang membahas ini. Terutama tentang potensi kemunculan sampah yang hampir tidak mungkin untuk dihindari. Memang, keberadaan manusia meniscayakan keberadaan sampah. Oke, kita lewatkan tentang sampah itu. Selebihnya, yang belakangan ini sering terjadi adalah pengunjung yang hilang/tersesat. Terlepas dari faktor non teknis ada beberapa hal teknis yang seharusnya dipersiapkan untuk mengurangi risiko tersebut.

Pertama dan utama, kesiapan fisik tidak bisa ditawar lagi. Hampir tidak mungkin berakrivitas di alam terbuka tidak menguras tenaga. Fisik yang prima akan menjamin kenyamanan kita beraktivitas. Mari kita bayangkan ketika melakukan perjalanan kita malah lebih sibuk menata nafas, bukan menikmati pemandangan yang ada. Padahal tujuan perjalanan kita menikmati pemandangan kan? Belum lagi jika ternyata kita memiliki fisik yang paling lemah dalam satu rombongan. Teman yang lain belum lelah kita sudah minta istirahat. Lebih enak sebaliknya bukan?

Kedua, pengetahuan tentang medan yang akan dilewati. Jika rute yang akan kita lewati sudah banyak orang yang pernah melewatinya maka tanyakan itu. Baca – baca semua hal yang diperlukan. Perkiraan waktu perjalanan, jarak, jenis jalan, curam/terjal/landai kah, keberadaan sumber air, jarak ke permukiman penduduk, dan ketika keadaan darurat harus melakukan apa. Banyak ya?

Ketiga, bawalah logistik yang cukup dan lebihkan 1 hari. Rencanakan setiap makan. Sarapan hari pertama makan apa, makan siang, makan malam dan seterusnya sampai hari terakhir. Jangan lupa beri kelebihan 1 hari jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Misal kita terpisah dari rombongan. Ingat, selalu sediakan makanan yang siap makan tanpa peelu dimasak.

Keempat, bawalah peralatan yang menunjang. Beraktivitas di alam terbuka memerlukan peralatan yang spesifik. Mulai dari peelengkapan diri seperti sepatu dan pakaian, sampai alat bawa dan alat masak. Sepatu untuk mendaki gunung tentu berbeda dengan sepatu untuk berolah raga di lapangan. Mengapa dibedakan? Sekali lagi, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan kita berakrivitas. Jika dirinci pasti banyak sekali. Teman – teman bisa membaca lebih detai di banyak artikel lain.

Kelima, manajemen perjalanan. Sudah mengenal hal itu? Sebenarnya ini sebagian sudah dijelasakan di atas. Mulai merencanakan waktu perjalanan, berapa lama, naik kendaraan apa saja, memerlukan biaya berapa, alat yang dibawa apa saja, pakaian yang dibawa berapa, logistik seberepa dan apa saja, sampai mengatur ritme perjalanan. Nah, untuk yang terakhir itu sering kali terlewat dari perencanaan. Ritme perjalanan itu, menurut saya, hanya bisa dilatih dengan perjalanan itu sendiri. Artinya hanya bisa dengan dibiasakan. Tidak ada latihannya. Berbeda dengan yang lain bisa dilatih dan disimulasikan. Ritme perjalanan hanya akan ditemukan ketika perjalanan itu sendiri. Lalu bagaimana jika kita baru pertama kali melakukan perjalanan? Gimana belajarnya? Ajaklah orang/teman yang sudah terbiasa melakukan perjalanan. Dengan begitu kita akan tahu kapan harus isrirahat, kapan harus mempercepat langkah, kapan harus diperlambat, kapan bisa santai dan kapan harus bersegera. Kita juga akan belajar bagaimana cara menghemat air, menjaga stamina, menjaga semangat, dan memastikan tim lengkap juga aman. Banyak bukan?

Begitulah, beraktivitas di alam terbuka itu membutuhkan banyak persiapan. Sekiranya belum mampu, berlatihlah. Mintalah bimbingan kepada yang lebih berpengalaman. Bagaimanapun alam selalu mempunyai hal yang belum kita ketahui sebelumnya.

Poin satu sampai lima tadi bukan urutan priorotas. Satu sama lain saling terkait dan tak bisa dipisahkan. Kurang pada satu poin akan membuat kurang pada poin lain. Jadi jangan pernah remehkan salah satunya.

Selamat beraktivitas dan tetap utamakan keselamatan.🙂

::ddadventure::

0 Responses to “Serius dengan Aktivitas Ruang Terbuka”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: