Seminggu Jadi Babu

Terhitung selasa kemarin saya sudah dua minggu berada di sini. Kok judulnya seminggu? Iya, kalau dua minggu jadi kurang asik irama kata-katanya hehe. Menjadi babu sebelumnya tidak pernah terlintas sedikitpun dalam otak. Ternyata keadaan berkata lain. Dari sejak lulus selesai kuliah tak seharipun ada kewajiban mengisi presensi ke “kantor”. Sampai akhirnya sekarang ada seorang teman yang bilang saya dikatain sudah menjual kemerdakaan diri haha. Iya kayaknya ya?

Terserah lah mau dibilang apa. Tidak merdeka atau terbelenggu ya nggak apa-apa. Toh kenyataannya saya memang harus bangun pagi-pagi, mandi, kemudian buru-buru ke kantor untuk kemudian duduk di depan layar komputer. Banyak ya orang yang seperti itu? Iya, saya memang jadi kayak kebanyakan orang sekarang. Tidak outstanding lagi.:mrgreen:

Hari-hari awal saya banyak belajar tentang bagaimana itu melakukan pengecoran. Mulai dari rigid pavement memakai mesin paver canggih sampai rigid manual untuk bahu jalan.

Mesin paver itu canggih banget ya ternyata. Meratakan concrete, kemudian diberi getaran agar kerapatannya seragam, lalu menghaluskan permukaannya bisa dilakukan oleh satu mesin dengan ukuran lebar dan ketebalan yang presisi. Masih ditambah denga pemasangan T-bar yang juga otomatis. Tapi tetap saja untuk sentuhan akhir hanya bisa dilakukan oleh tangan manusia. Tangan-tangan terampil itu menghaluskan permukaan rigid dengan alat bernama “ondrong”.😀

Biasanya dimulai sore hari setelah solat maghrib dan selesai tengah malam menjelang dini hari. Sengaja memang pengecoran selalu dilakukan saat matahari sudah terbenam atau paling tidak sudah tidak terlalu panas. Karena proses pengeringan yang terlalu cepat, akibat terpapar matahari siang, tidak baik untuk beton. Beton akan patah dan terjadi retakan di sana-sini.

Begitu itu setiap hari sampai akhirnya nanti suatu saat saya sudah tidak bisa menangkap detail dari pekerjaan itu. Jadi ini mumpung masih segar di otak saya tulis saja. Tidak apa-apa tidak dibaca orang tapi kata orang bijak ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Perkara saya tidak merdeka lagi karena sudah jadi babu, dua minggu, biarkan itu saya selesaikan dengan batin saya. Pusing😐

3 Responses to “Seminggu Jadi Babu”


  1. 1 handarek May 27, 2015 at 6:11 pm

    cie .cie g outstanding lagi… udah capek mas ?


  1. 1 Menentang Kebebasan, Menantang Masa Depan | dodopolah Trackback on June 7, 2015 at 3:21 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: