Archive for May, 2015

Seminggu Jadi Babu

Terhitung selasa kemarin saya sudah dua minggu berada di sini. Kok judulnya seminggu? Iya, kalau dua minggu jadi kurang asik irama kata-katanya hehe. Menjadi babu sebelumnya tidak pernah terlintas sedikitpun dalam otak. Ternyata keadaan berkata lain. Dari sejak lulus selesai kuliah tak seharipun ada kewajiban mengisi presensi ke “kantor”. Sampai akhirnya sekarang ada seorang teman yang bilang saya dikatain sudah menjual kemerdakaan diri haha. Iya kayaknya ya?

Terserah lah mau dibilang apa. Tidak merdeka atau terbelenggu ya nggak apa-apa. Toh kenyataannya saya memang harus bangun pagi-pagi, mandi, kemudian buru-buru ke kantor untuk kemudian duduk di depan layar komputer. Banyak ya orang yang seperti itu? Iya, saya memang jadi kayak kebanyakan orang sekarang. Tidak outstanding lagi. :mrgreen:

Hari-hari awal saya banyak belajar tentang bagaimana itu melakukan pengecoran. Mulai dari rigid pavement memakai mesin paver canggih sampai rigid manual untuk bahu jalan.

Mesin paver itu canggih banget ya ternyata. Meratakan concrete, kemudian diberi getaran agar kerapatannya seragam, lalu menghaluskan permukaannya bisa dilakukan oleh satu mesin dengan ukuran lebar dan ketebalan yang presisi. Masih ditambah denga pemasangan T-bar yang juga otomatis. Tapi tetap saja untuk sentuhan akhir hanya bisa dilakukan oleh tangan manusia. Tangan-tangan terampil itu menghaluskan permukaan rigid dengan alat bernama “ondrong”. 😀

Biasanya dimulai sore hari setelah solat maghrib dan selesai tengah malam menjelang dini hari. Sengaja memang pengecoran selalu dilakukan saat matahari sudah terbenam atau paling tidak sudah tidak terlalu panas. Karena proses pengeringan yang terlalu cepat, akibat terpapar matahari siang, tidak baik untuk beton. Beton akan patah dan terjadi retakan di sana-sini.

Begitu itu setiap hari sampai akhirnya nanti suatu saat saya sudah tidak bisa menangkap detail dari pekerjaan itu. Jadi ini mumpung masih segar di otak saya tulis saja. Tidak apa-apa tidak dibaca orang tapi kata orang bijak ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Perkara saya tidak merdeka lagi karena sudah jadi babu, dua minggu, biarkan itu saya selesaikan dengan batin saya. Pusing 😐

Advertisements

Selamat Datang di WordPress (kembali)

Wirtgen SP 84i Concrete Paver

Wirtgen SP 84i Concrete Paver

Lama nian tidak menyentuh blog ini. Mumpung sekarang ada aktivitas baru barangkali bisa selalu jadi bahan tulisan. Kemarin pernah bertekat menulis setiap hari di blog ini. Bertepatan dengan International Blog Day waktu itu. Ternyata niat tinggallah niat tanpa pernah terwujud. Satu dua hari muncul tulisan. Selebihnya hanya sempat muncul diangan akan ide tulisan.

Nah, ceritanya ini sekarang saya “bekerja”. Iya BEKERJA haha. Setelah sekian tahun hanya berkegiatan memenuhi nafsu sendiri. Sekarang bekerja seperti orang-orang pada umumnya itu. Berangkat pagi pulang sore kadang malam hari. Saat akhir pekan libur kadang juga lembur. Saat akhir bulan cemas menunggu tanggal gajian kadang juga gaji sudah habis duluan. hehe

Tapi itu semua baru bayangan saya. Kenapa? karena hari ini saya baru hari kedua di pekerjaan. Hari pertama langsung dihajar sampai malam. Ada pekerjaan rigid beton sepanjang 200m dan harus nungguin sampai selesai. Total menghabiskan 172 meter kubik beton dan membutuhkan waktu lebih kurang 7 jam untuk menghampar dan meratakannya.

Tugas saya ngapain? Ngeliat aja sih. Apa saja yang terjadi di situ kemudian dicatat. Itu saja? Iya, itu saja. Tidak lebih. Ceritanya saya memang dalam fase belajar (lagi) tentang pengecoran.

:mrgreen: Have a nice day everybody :mrgreen:


May 2015
M T W T F S S
« Mar   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031