Peringatan Hari Blogger Bertualang dengan Motor

Malam Jumat saya berangkat meninggalkan Surabaya. Memakai kostum pengembara bermotor. Jaket kulit, kaos tangan, dan helm teropong melengkapi kostum. Tidak seperti biasanya dengan carrier di punggung, kali ini cukup tas kecil yang tertempel ketat di tanki motor. Iya, saya mau touring. Tidak seperti biasanya bertualang dengan jalan kaki.

Jalur pantura menjadi rute kali ini. Meningglakan Surabaya menuju Gresik, Lamongan, Tuban, dan seterusnya berakhir di Jepara. Demi sebuah pengalaman.

Rupanya perjalanan tidak semulus yang saya perkirakan. Belum juga meninggalkan Surabaya terjadi kecelakaan di perempatan daerah Pesapen, Surabaya Barat. Ketika hendak mampir House of Sampoerna. Membuat shock depan yang kanan motor bengkok. Masih untung motor masih mau jalan meskidengan stir bengkok ke kiri dan tanpa peredam kejut.

Perjalanan harus tetap dilanjutkan karena ada janji dengan banyak orang di Jepara. Meski malam hari saya coba mencari bengkel yang buka untuk memperbaiki motor. Syukur ketemu di daerah jalan Demak. Dengan sedikit pemaksaan keadaan shock mendekati normal tapi masih bengkok. Jadi masih belum bisa nyekok.

Sudah menjelang tengah malam ketika motor selesai diperbaiki. Dengan keadaan seperti itu perjalanan dilanjutkan. Target Lamongan.

Sudah pukul 2 dini hari tiba di rest area Lamongan kota. Bersama para sopir truk istirahatkan badan menunggu pagi. Berharap paginya ada toko spare part yang buka dan bisa beli tabung shock absorber yang baru. Hari Jumat, menurut informasi di warkop pagi itu, hampir semua bengkel tutup.

Benar adanya. Suram.

Setelah sarapan dan pencarian yang tidak membuahkan hasil perjalanan lanjut ke Babat. Di daerah ini ada bengkel AHASS yang lumayan besar. Semoga ada suku cadangnya. Yak dapat, meski dengan harga tinggi karena memang original.

Alhasil shock sudah normal dan perjalanan berlanjut.

Sholat Jumat di daerah Bancar, Tuban. Masjid yang cukup bersih dan nyaman untuk mandi sebelum ibadah. Berlanjut berburu makan siang, lontong kikil.

Menjelang ashar sudah sampai alun-alun Rembang. Teringat ada teman yang rumahnya sekitar situ. Saya sempatkan mampir. Rejeki, bisa ketemu dan cowoknya juga. Seorang pemandu wisata -seperti saya- untuk daerah Rembang dan Lasem yang terkenal dengan kota tua bangunan Tiongkok dan batiknya. Perjalanan berubah menyenangkan karena ada kesepakatan-kesepakatan dengan dia tentang wisata. Artinya bisa bekerjasama dengan dia kalau ada tamu yang meminta dipandu berwisata di daerah Lasem.

Cukup lama berbincang dan dikenalkan dengan makanan khas Rembang, yaitu Lontong Tuyuhan dan Sate Serepeh. Lontong dengan kare ayam yang mayoritas penjualnya dari daerah Tuyuhan. Mungkin juga awalnya yang menjual adalah orang Tuyuhan. Jadi dinamakan Lontong Tuyuhan. Sayang sekali penjual Sate Serepeh tutup jadi belum tahu penampakannya seperti apa.

Selesai maghrib baru meninggalkan Rembang lanjut ke Pati, Kudus, dan langsung ke Jepara.

Sampai di Jepara saya hubungi teman yang ada di sana. Berharap dapat tempat menginap gratis. Alhamdulillah dapat. Jadi besoknya bisa dengan segar menyambut tamu dari Jakarta yang ingin berwisata di Karimunjawa.

Selamat malam dan selamat beristirahat saya ucapkan ke dinding kamar itu. Sampai bertemu lagi di edisi selanjutnya, tentang wisata di Karimunjawa.

3 Responses to “Peringatan Hari Blogger Bertualang dengan Motor”


  1. 1 marlindia October 27, 2014 at 8:46 am

    Selamat hari blogger…
    Update2, langsung bikin envy dengan karimunjawa😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: