Membukukan Buku Cangkruk

Di salah satu tempat nongkrong saya, di sanggar pramuka, ada satu buku yang unik, buku cangkruk namanya. Buku ini memuat hampir semua aktivitas di situ. Penulisnya adalah orang-orang yang nongkrong (cangkruk) di sanggar.

Isinya bisa bermacam-macam tema. Mulai dari hal-hal yang serius seperti strategi organisasi sampai curhatan bahkan sekadar penanda bahwa sudah cangkruk di sanggar. Tentu saja semua ditulis dengan sudut pandang masing-masing penulis dan bahasa ringan. Namanya juga cangkruk apa saja bisa terjadi dan tertulis.

Kebiasaan menulis di buku cangkruk itu sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Tulisan pertama yang terdokumenkan adalah sejak tahun 1998. Entah sebelumnya sudah ada atau belum. Kebiasaan itu terpelihara sampai sekarang. Hanya intensitasnya saja yang berbeda. Menurun drastis dan semakin berkurang semenjak semakin populernya media sosial di internet.

Agaknya internet memang mengubah banyak hal. Termasuk kebiasaan menulis di buku cangkruk itu. Menulis di buku cangkruk yang offline tidak semenarik menulis di media online.

Ketika saya baca-baca lagi tulisan di buku cangkruk sepertinya asik juga kalau dibukukan. Dengan katagori-katagori tertentu kemudian dibagi dalam tahun-tahun penulisan agaknya menarik. Mengungkit kembali kenangan lama. Menyimpan sejarah dalam bentuk buku.

Semoga saja bisa terwujud dan banyak yang berminat. Ada pendapat?

6 Responses to “Membukukan Buku Cangkruk”


  1. 1 handarekaputra April 2, 2013 at 12:06 pm

    asyik juga mas kayak e…

  2. 2 vibriane April 2, 2013 at 12:23 pm

    buatku, masih asyik nulis di buku cangkruk meski pada kenyataannya, it was a long long time ago since my last written… bisa dibaca-baca lagi… dan pastinya bikin kita senyum-senyum sendiri baca curhatan kita dulu… so, keep it worth…

  3. 3 SatseSi April 2, 2013 at 12:36 pm

    Kenapa saat aku mampir gak diperbolehkan untuk menulisnya??

  4. 4 dodo April 4, 2013 at 11:06 am

    handareka ::
    Ini sedang dipilah sesuai katagori masing-masing gitu, Nda. Semoga tetap menarik meski sebagian besar isi buku cangkruk itu kontekstual. Nanti dikirim-kirim ke anggota gudep yang berminat gitu.

    vibriane ::
    Iya, memang gak akan semenarik baca versi aslinya, Mbak. Hanya berusaha membangkitkan kembali kenangan lama. Dipilih tulisan yang gak lekang waktu. Tapi tetap mengungkapkan keadaan saat penulisan. Mungkin akan ada beberapa tema tulisan yang diangkat.

    SatseSi ::
    Karena hanya anggota yang diperbolehkan.

  5. 5 mbah ali April 5, 2013 at 2:16 am

    me-masa kini-kan masa lalu, sebuah semangat original baru dalam mendokumentasikan dokumen-dokumen kuno.hidup dodo…

  6. 6 dodo April 6, 2013 at 9:35 am

    mbah ali ::
    Iya mbah. Ide sesaat yaang terlihat keren. Semoga memang benar-benar keren.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: