Kendaraan yang Kuimpikan (sekarang)

Tanggal 21 Februari lalu adalah waktu untuk membayar pajak motor. Waktu melihat tanggal yang tertera itu langsung saya lihat di kalender. Hari apakah itu? Oh ternyata hari senin minggu depan (waktu itu). Maka saya putuskan untuk pulang akhir minggu ini. Seninnya bisa ke samsat buat ngurus.

Singkat cerita saya sudah di samsat hari senin itu. Fotokopi macam-macam untuk melengkapi persyaratan membayar pajak. Kemudian serta merta saya antri di barisan orang bayar pajak. Begitu berkas saya serahkan kepada petugas, Bapak itu berkata ” Oh, ganti STNK tidak di sini mas antriannya!”

Dueng… ternyata STNK saya mati hari itu.

Daripada kelamaan bengong di situ kemudian mengganggu antrian di belakang saya. Langsung saja saya cabut. Berkas saya masukkan kembali ke dalam tas kemudian ambil motor dan pulang.

Jadinya kepulangan saya ke kampung halaman itu tidak mencapai tujuan. Karena motornya tidak saya bawa pulang. Padahal persyaratan mengurus STNK baru harus dilengkapi gesek nomor rangka dan nomor mesin kendaraan. Jadinya mending balik aja ke kota saya mencari sesuap nasi. Kapan-kapan aja diurus kembali.

Eh…tidak berapa lama saya kembali ke kota motor saya dipinjam sama teman. Otomatis stnknya dibawa sekalian. Motor ini dipakai ke stasiun, rencananya dia juga mau pulang kampung, naik kereta. Kurang tahu ada urusan apa di rumah.

Dua hari setelah itu saya dapat sms, “Mas, dapat musibah ini. Dompet saya dicopet dan stnknya ikut di dalamnya”. Alamak….

Akhirnya motor itu saya kandangkan saja. Selama masa pengurusan stnk baru. Ternyata lama juga ngurusnya. Bukan karena birokrasinya yang sulit tapi memang karena saya belum punya uang, hehe.

Jadi bingung deh sekarang kalau mau kemana-mana tidak ada kendaraan yang siap tempur di aparat.

Untung saya lihat di tempat parkir kost saya di kota ada sepeda balap jadul yang ngangkrak tidak terpakai. Sepeda ini milik teman saya yang sekarang dia sudah dapat kerjaan di ibukota. Sepeda bututnya ditinggal siapa tahu ada yang mau memakai.

Ketika saya check ternyata sudah tidak bisa dipakai lagi. PErlu banyak perbaikan agar dapat dikendarai lagi. Daripada nanggung perbaikannya skalian saja sepeda itu rencana saya bikin sepeda fixie. Itu sepeda fix gear/ single gear yang sekarang lagi ngetren. Kebetulan bentuk rangkanya sama. Beda di garpu depan aja.

Tapi ternyata persoalannya kembali agi, tetep sama. Saya belum punya uang, jadi rencana itu belum berjalan. Padahal keperluannya cukup banyak juga. Mulai dari beli fix gearnya, ban depan belakang, sama ngecat lagi biar kelihatan lebih bersih. Ditambah lagi mungkin harus ganti velg atau minimal dicat lah.

Doakan bisa cepet jadi ya.

0 Responses to “Kendaraan yang Kuimpikan (sekarang)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: