Aeromodelling, Percuma?

Sekitar akhir bulan Juli lalu saya ada kegiatan di Pacitan. Kabupaten di Jawa Timur yang paling pelosok (menurut saya, hehe piss). Bersama teman-teman dari SMK Penerbangan Sidoarjo dan penghobi aeromodelling mengikuti “Gebyar Dirgantara”.

Lokasi tepatnya di lapangan terbang Pacitan, kalau dari kota ke arah selatan, arah pantai teleng. Kurang jelas juga siapa sih sebenarnya yang mengadakan acara ini. Tiba-tiba saja saya diajak sama salah satu teman saya di pramuka.

Sedikit membuat saya bingung, acara apa ini?

Tambah bingung lagi ketika malam penyambutannya dilakukan di pendopo kabupaten. Disambut langsung oleh bupati dan muspida setempat. Fuuh…kok hebat bener kedatangan saya sampai sampai disambut sebegitunya..

Usut punya usut ternyata Gebyar Dirgantara ini ada karena adanya latihan terbang layang oleh salah satu kelab dari jakarta. Kelab ini diketuai oleh “orang besar” di negeri ini. Jadinya ya gitu deh, banyak pihak birokrat dan aparat yang terlibat di dalamnya. Sampai-sampai mobil dinasnya pemkab dipakai untuk menarik pesawat, hm….

Trus ternyata juga senior saya itu teman dekatnya beliau ketua kelab itu. Sebagai bentuk dukungan kemudian mendatangkan teman-teman yang hobi aeromodelling.

Owh…jadi ini to jawaban kenapa beberapa waktu yang lalu orang-orang pada getol menggalakkan aeromodelling lagi. Setelah bertahun-tahun tak tersentuh…

Pesawat RC yang dibeli sebelum berangkat akhirnya jadi modal untuk memancing minat rekan-rekan saya di surabaya. Berharap bisa dimainkan di sekitar sanggar eh ternyata pulang dalam keadaan hancur. Untung hancurnya gara-gara buat latihan.

Sesuai pesan kakak saya yang membeli pesawat itu, pesawatnya disimpan di rumah kak anu saja biar terawat. Memang sih kakak yang satu ini paling jago kalo urusan rawat merawat. Dijamin bakal terjaga dengan baik deh.

Sampai beberapa hari sih belum muncul masalah. Baru belakangan ini saya mulai menangkap bibit-bibit permasalahan.

Pertama, kalau memang pesawat itu dibeli agar rekan-rekan saya di sanggar jadi tertarik pada aeromodelling kenapa menyimpannya tidak di sanggar?

Logika saya sih gini, untuk menumbuhkan rasa cinta itu butuh waktu dan intensitas pertemuan yang tinggi. Apalagi kalau awalnya tidak kenal sama sekali. Seperti kata pepatah jawa, witing tresna jalaran saka kulina. Walaupun tidak sedikit pula yang jatuh cinta pada pandangan pertama.

Kedua, menurut pengamatan saya yang tentunya sangat subyektif rekan-rekan saya ini agak enggan kalau disuruh ke rumah kak anu ini. Saya kurang tahu apa sebab pastinya yang jelas ada saja alasan buat tidak datang.

Nah, kalau diterus-terusin bisa merembet kemana-mana tuh penjelasan saya. Jadi cukup sampai di sini saja…

Menurut saya (lagi-lagi pandangan yang sangat subyektif) percuma menggiatkan aeromodelling kalau cuma bisa dinikmati oleh kakak-kak yang senior.

Melenceng dari tujuan awal yang seharusnya lebih banyak melibatkan rekan-rekan yang masih muda.

Huft….kenapa saya jadi orang yang suka protes gini….?

2 Responses to “Aeromodelling, Percuma?”



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: