Gondrong adalah Idealisme

Nongkrong di warkop sendirian. Walaupun banyak orang di sini tapi tak satupun yang kukenal.
Melihat pemuda gondrong lewat di depanku, hebat. dia bisa mempertahankan kegondrongannya itu. Berdasarkan pengalaman, bukan hal yang mudah untuk mempertahankan itu. Orangtua, kakek, nenek, teman, dan masih banyak orang lagi orang di sekitar kita yang yang tidak setuju. Bahkan ada salah seorang teman saya yang rela tidak ikut UAS di kampus demi rambutnya. Keren kan?

Memang, menjadi gondrong itu harus keras kepala dan tebal telinga. Tidak peduli apa yang dikatakan orang lain.

Mungkin boleh lah gondrong itu dikatakan adalah idealisme…

2 Responses to “Gondrong adalah Idealisme”


  1. 1 Alex© February 11, 2012 at 9:47 pm

    Mungkin boleh lah gondrong itu dikatakan adalah idealisme…

    Amen to that😎

  2. 2 dodo February 13, 2012 at 3:00 pm

    Tapi repot ngrawatnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: