Sepur… Dhawah… Sami-sami…!

Yup, sepur. Kata yang teramat populer di surabaya hari-hari ini. Semua orang yang kutemui pasti mengucapkan kata ini. Yang tua, yang muda, yang masih kecil, cowok, cewek semuanya mengucapkan kata ini.

Tapi ternyata ada yang sedikit salah dari pendengaranku. Setelah lama kudengarkan ternyata tidak hanya sepur. Mereka memberikan imbuhan -ane di belakang kata sepur. Jadilah kata itu. Sepurane…… Biasanya dirangkai kata-kata yang lain. Yaitu, sing akeh cak/cuk ning. Terus dijawab podho-podho.

Lain lagi kalo di kampungku ngawi “bersemangat”. Bahasa yang sering digunakan adalah bahasa jawa yang lebih halus jika dibandingkan dengan bahasa suroboyoan. Biasanya mereka bilang “pangapunten sedaya kalepatan”. Jawabannya agak aneh kalo menurutku “dhawah sami-sami”. Secara harfiah dhawah artinya jatuh dan sami-sami artinya bersama-sama. Jadi kalo digabungkan artinya jatuh bersama-sama.

Coba bayangin ketika saya mengucapkan kata-kata yang biasa diucapkan untuk memohon maaf itu. “Pangapunten sedaya kalepatan mbah/buk/pak” trus dijawab “dhawah sami-sami”. Apa gak bikin kaget tuh. Dasar aku gak tahu sih jadinya ya bingung. Masak aku diajak jatuh bersama-sama dia?

Yah itulah salah dua keragaman bentuk ucapan permohonan maaf yang pernah kutemui. Asik juga ternyata menscermati bagaimana kata-kata itu bisa terbentuk..

Mumpung masih suasana lebaran juga. Sepurane sing akeh yo…..

3 Responses to “Sepur… Dhawah… Sami-sami…!”



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: