Rendezvous

Rutinitas ini biasa kulakukan setahun sekali. Bulan ramadan yang penuh berkah. Sehari dalam setahun berkumpul dengan teman-teman seangkatan pramuka sma. Yup, aku memang anak pramuka. Ngadain buka bersama angkatan 7 kampoengsmuda.

Acara kumpul-kumpul ini dilakukan di rumahnya kak ngesti wihayuningtyas. Di desa nangkarejo, paron, ngawi. Rumah yang berhadapan langsung dengan sebuah masjid yang aku lupa namanya. Sehabis nyebrang rel belok kiri, lurus terus mentok, nganan, ketemu gang buntu yang ada masjidnya ngiri. Sampailah aku di rumahnya.

Walaupun datang terlambat aku tetap bisa mengikuti acara dengan lengkap. Eh gak ding, aku gak ikut berbuka puasa bersama-sama. Bukaku cuma berempat dengan microt ‘7, yogi ‘9, dan marihot ‘9 juga. Ternyata mereka juga baru datang kayak aku. Aku datang kira-kira 10 menit setelah adzan maghrib. Habis makan kolak dan semangka sesisir aku segera menuju masjid yang ada di depan rumah.

Agak kaget dan kagum juga ketika melihat jamaahnya banyak anak mudanya. Kira-kira 60:40 antara anak muda sam orang-orang tuanya. Sebuah pemandangan yang agak ganjil untuk sekelas sebuah masjid di desa. Yah, kekagumanku memang sebatas karena pengetahuanku yang dangkal saja. Soalnya hampir gak ada masjid atau mushola di kampungku yang jamaahnya lebih banyak anak mudanya.

Jamaah yang pertama selesai, baru aku selesai berwudhu. Jadilah aku dan teman-teman jadi sholat jamaah yang kedua. Habis itu langsung balik lagi ke rumahnya ngesti. Hah, kagetku untuk yang kedua di hari itu. Ternyata di dalam rumah sudah ada banyak sekali anak-anak. Setelah lama kuamat-amati kok ada yang aneh. Kebanyakan yang ada di situ kok aku nggak kenal. Agak lama keanehan ini kudiamkan. Akhirnya kuberanikan diri untuk bertanya pada salah satu dari mereka. “Mas-mas yang di sini itu temennya ngesti semua?” tanyaku dengan sedikit terbengong. Soalnya cowok semua. Jarang-jarang lo akhwat-akhwat didolani cowok sebanyak itu. “Iya mas…!” serempak mereka menjawab. Oh ternyata teman-temannya dulu waktu masih kuliah di bilangan jurug, surakarta.

Lumayanlah bisa nambahin ramenya suasana. Walaupun pada umumnya mereka pendiam dan hanya ngobrol sama komunitas mereka sendiri, salah satu yang tidak kusukai dari mereka.

Waktu itu angkatan 7 yang hadir cuma sedikit. Cuma ada 3 cewek akhwat, satu ikhwan, dan satu lagi ikwan juga cowok. Akhwatnya ya yang punya rumah, ngesti wihayuningtyas, trus dua yang lain dewi tri dan hannah kuswara nova. Ikhwannya michrot cendra bhakti yudha, sementara cowoknya ya tentu saja aku. Angkatan yang lainpun cukup banyak diantaranya, eko prasetyo ‘6, fuad galuh prihananto ‘6, tutug triasniawan ‘8, yang lainnya juga masih banyak dan tak bisa kusebutkan satu-satu mereka.

Acaranya sih seperti biasanya, makan, tarawih, trus ngobrol-ngobrol yang agak serius. Waktu itu sih menyepakati untuk mengadakan lagi buka bersama per angkatan. Tapi sayangnya belum disepakati dimana. Lihat aja nanti siapa yang bersedia rumahnya ketempatan.

Dalam obrolan itu juga minculu macam-macam ide yang intinya bagaimana untuk memajukan kota ngawi kita tercinta ini. Lebih lengkapnya semoga bisa ku upload next post.

2 Responses to “Rendezvous”


  1. 1 dodo October 15, 2007 at 5:39 pm

    bajak sendiri ah..
    vertamax…!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: