Archive Page 2

Maka Beruntunglah Dia

Menjalani kehidupan saya selama ini cukup menyenangkan. Dengan berbagai aktivitas yang bermacam-macam bidang.

Berawal ketika saya mengunjungi tempat yang sudah lama sekali tidak kukunjungi yaitu sanggar pramuka its. Pinginnya sih ngenet gratis. Tapi ternyata harus login admin dulu di komputer sanggar. Terpaksa harus saya tunda dulu keinginan itu. Saat nganggur itu saya manfaatkan untuk merenung sejenak apa saja yang sudah saya lakukan di tempat ini?

Wuih ternyata buanyak sekaleee….. Ada satu hal yang membuat saya cukup berbangga. Ketika melihat tembok sanggar yang berwarna biru saya terkenang puasa dua tahun lalu. Ketika itu lagi sibuk-sibuknya merenovasi sanggar. Pas mbongkarnya sih masih banyak orang. Tapi mas mbalikinnya hanya tersisa tiga gelintir orang. Jadi bisa sedikit berbangga ternyata tembok yang segitu luasnya itu yang ngecat salah satunya saya. Kemudian sedikit ke atas ada TL (Tube Lamp) uh.. saya juga itu yang masang. Sebelumnya depan tempat cangkrukannya anak pramuka itu remang-remang. Hanya mendapat sorotan lampu dari penerangan jalan. Sekarang sudah terang benderang. Keren…. Menengok ke kiri ada papan bertulisan info. Wuih ternyata saya juga yang membuat. Ke depan sanggar di bawah tangga ada gudang e… ternyata juga saya yang membuat. Saya lihat lagi lebih seksama… ternyata sanggar ini penuh dengan karya-karya saya.

Kemudian saya evaluasi lebih jauh. Ternyata hampir semua bidang di sanggar bisa kukuasai. Pertama, mengecat itu adalah pekerjaan tukang cat. Kedua, membuat papan nama itu perlu keahlian atau bakat seni. Ketiga, bikin gudang itu adalah pekerjaan tukang kayu. Keempat, instalasi lampu itu adalah pekerjaan tukang listrik. Fuih, saya sudah bisa sedikit menangani pekerjaan para profesional. Walaupun saya yakin hasilnya tidak sebagus kalau dikerjakan oleh ahlinya tapi paling tidak sudah cukuplah untuk memberi saya pengalaman yang tak ternilai.

Saya jadi membayangkan ketika saya sudah mempunyai istri. Betapa beruntungnya dia kelak. Mendapatkan suami yang serba bisa menangani masalah rumah :) Belum lagi hal lain.. ehm… sungguh menyesal wanita yang tidak mau sama saya… Pokoknya bakalan nyuesel deh…

Semedi Yang Menghasilkan

Setelah sekian lama tidak muncul di dunia maya ini akhirnya saya bisa mendapatkan sesuatu.

 

 

Itulah salah satu buah karyakau selama semedi beberapa minggu. Impian yang sudah lama tertanam dalam benakku akhirnya dapat terwujud. Walau seadanya dulu yang penting bisa berjalan, menghasilkan dan barokah.

Sukuran pembukaan dengan  makanan ala kadarnya khas anak pramuka

 

 Jadi seperti inilah tumpeng tadi

Inilah sedikit acara peluncuran usahaku yang baru

Aaaaaahhhhh….!!!!

nikmat sakit banget rasanya

Rasanya ada sesuatu yang besar sekali mengganjal di hati. Eh di hati apa di otak ya? Nggak tahu lah yang jelas tidak nyaman sekali.

Mungkin lagi banyak masalah yang saya hadapi. Mungkin juga karena saking banyaknya sampai saya sendiri tidak tahu masalah yang mana yang membuat sampai seperti ini.

Sedikit Tentang Logikaku

Sudah menjadi kodrat sebagai laki-laki untuk lebih mengedepankan logikanya. Perasaan hanya digunakan ketika sudah ada sesatu yang memang benar-benar diperlukan menggunakannya. Atau parahnya ketika sudah ada yang mengingatkan untuk menggunakan perasaan.

Memang topik tentang ini sudah amat basi untuk dibahas. Tapi selalu saja perbedaan ini jarang dapat dipahami baik oleh laki-laki atau perempuan ketika sudah berhadapan langsung dengan permasalahan yang sebenarnya. Pada akhirnya memunculkan masalah yang susah terselesaikan.

Nah, rupanya hal itu sekarang kayaknya sedang saya alami. Saya berusaha menggunakan seluruh kemampuan logika saya untuk menyikapi suatu permasalahan (karena memang saya pikir hanya dengan itulah sikap saya nanti dapat saya pertanggungjawabkan). Kemudian diakhiri dengan pendekatan perasaan agar lebih sejalan dengan permasalahan yang saya alami. Tapi ternyata tidak sesimpel itu ketika sesuatu sudah menyangkut hati. Ya, hati memang sangat susah didefinisikan. Apalagi saya yang mendefinisikan, bisa-bisa seumur hidup gak bakal ketemu jawabannya. Karena memang hati itu bersifat relatif dan sangat jauh dengan sistem kerja otak/logika yang selama ini selalu menjadi rujukan bagi saya untuk mengambil sikap atas segala sesuatu.

Oh, terlalu panjang ngelanturnya. Sebelum saya masuk ke permasalahan konkretnya, saya mau bertanya kepada sampeyan-sampeyan semuanya. Pernahkah anda berganti pacar/calon istri (ngembat istilahnya joe)?

Kalau pernah berarti anda sedikit banyak mungkin tahu permasalahannya bagaimana.

Ceritanya tuh saya sekarang sedang menjalin hubungan dengan seorang cewek teman saya di kampus. Dimana cewek itu adalah yang benar-benar ingin saya “seriusi” (pada saat aku sudah bisa mendapatkannya). Asal mulanya dulu saya kenal pas bersama-sama ikut di salah satu ukm di its. Saya mulai mengenalnya dan menaruh simpati padanya karena segala sesuatu yang ada pada dirinya. Singkat cerita setelah melalui pendekatan yang rumit dan menggugurkan para pesaing akhirnya saya bisa mendapatkannya. Sampai akhirnya hubungan saya berjalan sekitar setahun setengah mulai muncul permasalahan yang katanya (pada mulanya karena saya belum menganalisa secara komperehensif) amat pelik.

Kennnapa….?

Sebab utamanya…… dheng…dheng… ternyata dulu pas saya masih muda dan sampai beberapa tahun lalu saya pernah juga melakukan seperti itu. Walaupun hal itu terjadi pada masa muda saya tapi cukup mewakili tentang sikap saya tentang bagaimana seharusnya berhubungan dengan cewek (subjektif). Trus kenapa saya sekarang mengulangi lagi hal itu pada cewek yang sekarang ini? Padahal dulu saya juga berjanji dalam hati bahwa cewek inilah yang akan saya “seriusi”….!! :-/

Apakah memang begini seharusnya lelaki? :)) Atau memang saya saja yang mewarisi gen buaya? Atau kalau salah satu temanku bilang memang aku ini bulus? Bah apa pula itu. :-?

Oke, sebenarnya saya sudah berusaha menjelaskan duduk perkara ini kepada kedua belah pihak (cewek yang dulu dan yang sekarang) dengan harapan keduanya bisa saya ajak rembugan demi solusi yang terbaik. Ternyata hal itu sampai saat ini hanya membawa masalah. Malah solusi yang saya harapkan tidak keluar sedikitpun. Mungkin karena saya hanya menggunakan logika saat itu. Tanpa melirik sedikitpun bagaimana perasaan cewek ketika dia diduakan.

Berdasarkan analisa logika bagaimanakah seharusnya menjelaskan hal ini? Kemudian kalau dengan pendekatan perasaan gimana? Mana yang lebih baik?

Semoga bisa sedikit memberi penjelasan padamu. Amin

Makannya Banyak-banyak Ngamal

Perintah untuk beramal sering kali kita dengar dari orang-orang. Di kitab suci juga berkali-kali diungkapkan perintah untuk beramal (berzakat). Katanya beramal bisa menyucikan harta. Dalam setiap harta kita terdapat hak-hak orang lain di dalamnya. Untuk itu setiap kita mendapatkan rejeki diperintahkan menyisihkan sedikit untuk disedekahkan kepada orang lain.

Setidaknya seperti itulah dasar teorinya. Dengan tegas kita diperintahkan untuk beramal, berkali-kali pula. Kemudian muncul pertanyaan, bagaimana kalau ternyata ada orang yang tidak beramal? Dia mendapatkan rejeki ya cuma buat dirinya sendiri. Apa yang kan dilakukan Tuhan terhadap orang itu? Jelas jelas dia sudah melanggar perintah Tuhan yang berulangkali tertera di kitab suci. Masak Tuhan diam saja?

Hari ini mungkin saya merasakan salah satu tindakan Tuhan dalam “menghukum” makhluknya. Continue reading ‘Makannya Banyak-banyak Ngamal’

Me

Click to view my Personality Profile page

Sedikit tentang aku.

Rendezvous

Rutinitas ini biasa kulakukan setahun sekali. Bulan ramadan yang penuh berkah. Sehari dalam setahun berkumpul dengan teman-teman seangkatan pramuka sma. Yup, aku memang anak pramuka. Ngadain buka bersama angkatan 7 kampoengsmuda.

Acara kumpul-kumpul ini dilakukan di rumahnya kak ngesti wihayuningtyas. Di desa nangkarejo, paron, ngawi. Rumah yang berhadapan langsung dengan sebuah masjid yang aku lupa namanya. Sehabis nyebrang rel belok kiri, lurus terus mentok, nganan, ketemu gang buntu yang ada masjidnya ngiri. Sampailah aku di rumahnya.

Walaupun datang terlambat aku tetap bisa mengikuti acara dengan lengkap. Eh gak ding, aku gak ikut berbuka puasa bersama-sama. Continue reading ‘Rendezvous’

Sepur… Dhawah… Sami-sami…!

Yup, sepur. Kata yang teramat populer di surabaya hari-hari ini. Semua orang yang kutemui pasti mengucapkan kata ini. Yang tua, yang muda, yang masih kecil, cowok, cewek semuanya mengucapkan kata ini.

Tapi ternyata ada yang sedikit salah dari pendengaranku. Setelah lama kudengarkan ternyata tidak hanya sepur. Mereka memberikan imbuhan -ane di belakang kata sepur. Jadilah kata itu. Sepurane…… Biasanya dirangkai kata-kata yang lain. Yaitu, sing akeh cak/cuk ning. Terus dijawab podho-podho.

Lain lagi kalo di kampungku ngawi “bersemangat”. Bahasa yang sering digunakan adalah bahasa jawa yang lebih halus jika dibandingkan dengan bahasa suroboyoan. Biasanya mereka bilang “pangapunten sedaya kalepatan”. Jawabannya agak aneh kalo menurutku “dhawah sami-sami”. Secara harfiah dhawah artinya Continue reading ‘Sepur… Dhawah… Sami-sami…!’

………………

…………………waiting for next post………………….

Katak Membeli Tempurung

Banyak orang ingin sekali segera menyelesaikan kuliahnya. Mereka berpikir bahwa dengan cepat menyelesaikan kuliah berarti bisa cepat bekerja. Di samping itu mereka juga berpandangan bahwa kuliah adalah dunia yang tidak menyenangkan dan harus segera ditinggalkan (diselesaikan).
Wajar saja pandangan seperti itu. Wajar kerena, satu, salah memilih jurusan. Jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan bakat, minat, hobi, dan kesenangan. Dua, kuliah karena terpaksa. Yaitu orang-orang yang kuliah karena paksaan orang tua. Dimana orang tua mereka menginginkan status sosialnya naik dengan menguliahkan anaknya. Tiga, karena terpaksa (juga). Orang yang kuliah karena jika hanya dengan ijasah sma tidak akan mampu bersaing di dunia kerja. Pandangan seperti ini sudah mendarah dan mendaging di masyarakat. Semakin berkembang karena mereka selalu berpandangan/berorientasi untuk mencari kerja. Coba setiap mereka berusaha untuk membuat pekerjaan. Dengan potensi yang mereka miliki sendiri tentunya. Atau lebih jeli lagi melihat peluang di lingkungannya. Sehingga bisa dijadikan sumber penghidupan.

Memang tidak semuanya harus menjadi orang yang membuat pekerjaan/ membuka lapangan pekerjaan. Trus nanti siapa yang jadi pekerjanya? Kita semua tahu bahwa tidak semua orang selalu berhasil dalam memulai usaha. Paling tidak ketika lebih banyak percobaan/pencoba tentu peluang berhasilnya akan lebih besar pula. Ada juga yang berpendapat nanti kita semua yang jadi pengusahanya trus yang jadi karyawan/pekerjanya dari luar negeri.

Sebenarnya alasan-alasan itu hanyalah hasil telaahan pribadiku. Dari hasil obrolan dengan temen-temen, jarang sekali mereka mempunyai alasan yang jelas kenapa harus kuliah dan cepet selesai. Satu-satunya alasan yang paling jelas adalah biar bisa kerja. Nah lo…… Berarti kuliah buat cari kerja dong? Gak salah sih, tapi…. bukannya aku sok idealis tapi rugi banget kalo kuliah cuma buat cari kerja. Masih lumayan kalo tidak hanya memanfaatkan ijasahnya. Memangnya ijasah bisa buat cari kerja? Perusahaan mana yang mau nerima pegawai yang cuma pinter teori. Dengan hanya berbekal IPK cumlaude Continue reading ‘Katak Membeli Tempurung’

« Previous PageNext Page »