Sudah menjadi hobi bagiku pergi jauh meninggalkan peradaban. Kalo gak ke gunung ya kebalikannya, ke pantai. Biar bener-bener meninggalkan peradaban maka semuanya harus kutempuh dengan jalan kaki. Walaupun cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran tapi hal itulah yang membuat hidupku serasa lebih hidup.

Kebetulan seminggu kemarin aku pegi ke pantai selatan pulau jawa. Tepatnya ke pantai jolosutro blitar dan berjalan terus menyusuri pantai ke timur sampai di pantai ngliyep malang. Perjalanan cukup menyenangkan karena ternyata banyak sekali pantai yang menimpan keindahan yang gak kalah sama pantai kuta di bali. Kebersihannya pun pasti lebih bersih. Cuma gara-gara gak ada akses transportasi selain jalan setapak menjadikan banyak pantai di selatan kurang terkenal. Salah satu pantai yang cukp berkesan adalah pantai pasir panjang. Dinamakan pasir panjang memang karena hamparan pasir putihnya sepnjang satu kilometer lebih. Lebih panjang dari long beach yang terkenal itu. Kalo kita mau menyusurinya yah 30 menit lebih lah. Ditambah dengan butiran pasirnya yang besar-besar. Hal ini membuat pijakan kaki kita jadi gampang tenggelam. Otomatis kekuatan jalan kita tinggal 50%. Terumbu karangnya pun tak kalah dengan yang ada di indonesia timur bung.
Selain pantai itu masih banyak pantai tak bernama yang kulewati dan tentu mempunyai keanekargaman hayati yang wwwuuuah…. Sayang sekali kalo tidak “termanfaatkan”. Alhamdulillah sekarang sudah ada jalan lintas selatan mulai dari trenggalek sampe banyuwangi (mungkin), walupun separuh badan jalannya sudah ditanami jagung sama warga sekitar. Belum lagi kalo musim hujan jalan itu cocok banget kalo dijadikan track offroad. Semoga saja jalan itu masih tetap ada dan jadi tambah baik. Hingga suatu saat kamu dapat melihatnya.
Selalu ada harapan sayang… suatu saat nanti kamu akan dikunjungi banyak orang. Suatu saat kamu akan mengalahkan kuta. Sabar dan jagalah keindahanmu agar nanti kita semua tidak menyesal.
yayaya selalu ada harapan,
seperti saat lelah berjalan dan takut tak bisa menemukan jalan yang dituju maka yang tersisa adalah harapan
selalu dan bahkan selalu ada harapan itulah yang selalu dirimu katakan padaku tapi dengan bahasa yang berbeda”setidaknya aku menangkapnya begitu”
terima kasih pi atas semangat saat naik bukit yang memuakkan itu,
harapan bukan sesuatu yang tersisa…tapi sebuah hal yang selalu ada….sip dech..
Klo bisa seh biar begitu aja.. Jadi kealamiannya ngga tercemar sama tangan kotor manusia…
ahoy! semangat slalu bro
ikoiko >>>
juga selalu ada kepuasan setelah di puncak bukit melihat ke bawah.
achoy >>>
siip… bener tuh
Matt De Stupid king >>>
Seperti halnya -biarkan saja, jangan sekolahkan dia, biar tetap tidak tahu apa-apa dan tetap terhindar dari dosa?-
shinobigatakutmati >>>
jangan kuatir, semangat adalah nama tengahku…!
perbandingan yang ngga masuk akal (agak keluar dari isi post).emang bener seh klo bisa dimanfaatin, kenapa engga gt? tp ya perlu diinget klo tangan manusia itu selalu “cekatan”. makanya aku lebih memilih membiarkan pantai itu tetap begitu adanya. ada kepuasan lho ketika kita capek menelusuri bukit dan ketika pantai tujuan kita tercapai kepuasan itu serasa berlipat.
hmm.. memang banyak wisata yang belum terekspose. padahal gak kalah lo sama yang sudah terkenal.
ya mas… namanya juga blitar selatan kan jalannya cuma selebar mobil,itupun kalo masih ada sekarang hehehe……..(soalnya saya kepantai jolosutro terakhir tahun 2000 an) saya asli sana cuman sekarang udah minggat ke kaltim.moga moga aja pemkab bisa ngembangin jadi pas pulang nanti enak kalo mau jaln kesana,terutama transportasinya yang sangat minim,malah bisa dikatakan tidak ada huh cape dee
????