Banyak orang ingin sekali segera menyelesaikan kuliahnya. Mereka berpikir bahwa dengan cepat menyelesaikan kuliah berarti bisa cepat bekerja. Di samping itu mereka juga berpandangan bahwa kuliah adalah dunia yang tidak menyenangkan dan harus segera ditinggalkan (diselesaikan).
Wajar saja pandangan seperti itu. Wajar kerena, satu, salah memilih jurusan. Jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan bakat, minat, hobi, dan kesenangan. Dua, kuliah karena terpaksa. Yaitu orang-orang yang kuliah karena paksaan orang tua. Dimana orang tua mereka menginginkan status sosialnya naik dengan menguliahkan anaknya. Tiga, karena terpaksa (juga). Orang yang kuliah karena jika hanya dengan ijasah sma tidak akan mampu bersaing di dunia kerja. Pandangan seperti ini sudah mendarah dan mendaging di masyarakat. Semakin berkembang karena mereka selalu berpandangan/berorientasi untuk mencari kerja. Coba setiap mereka berusaha untuk membuat pekerjaan. Dengan potensi yang mereka miliki sendiri tentunya. Atau lebih jeli lagi melihat peluang di lingkungannya. Sehingga bisa dijadikan sumber penghidupan.
Memang tidak semuanya harus menjadi orang yang membuat pekerjaan/ membuka lapangan pekerjaan. Trus nanti siapa yang jadi pekerjanya? Kita semua tahu bahwa tidak semua orang selalu berhasil dalam memulai usaha. Paling tidak ketika lebih banyak percobaan/pencoba tentu peluang berhasilnya akan lebih besar pula. Ada juga yang berpendapat nanti kita semua yang jadi pengusahanya trus yang jadi karyawan/pekerjanya dari luar negeri.
Sebenarnya alasan-alasan itu hanyalah hasil telaahan pribadiku. Dari hasil obrolan dengan temen-temen, jarang sekali mereka mempunyai alasan yang jelas kenapa harus kuliah dan cepet selesai. Satu-satunya alasan yang paling jelas adalah biar bisa kerja. Nah lo…… Berarti kuliah buat cari kerja dong? Gak salah sih, tapi…. bukannya aku sok idealis tapi rugi banget kalo kuliah cuma buat cari kerja. Masih lumayan kalo tidak hanya memanfaatkan ijasahnya. Memangnya ijasah bisa buat cari kerja? Perusahaan mana yang mau nerima pegawai yang cuma pinter teori. Dengan hanya berbekal IPK cumlaude tanpa pengetahuan dan keterampilan sosial yang lain, mustahil (hiperbolis) orangnakan diterima kerja diterima kerja di perusahaan.
Salah satu temen-temenanku (bukan temen sebenarnya soalnya). Tiap hari kerjaannya cuma kuliah, kuliah, dan kuliah. Semua aktivitas yang dia lakukan hanyalah dalam rangka pemenuhan kebutuan kuliah. Sampai-sampai buat makan pun dia tidak perlu berpikir. Masak kek, beli kek, atau apa kek. Semuanya sudah disediakan sama pengurus rumahnya. Pada awalnya sih aktivitas seperti itu tidak menjadi masalah. Malahan dia jadi idola soalnya nilainya selalu bagus hampir selalu sempurna. Sampai pada suatu ketika ada acara jamuan rujakan di kampus pas ulang tahun angkatan. Temenku ini sebut saja bunga terbengong-bengong melihat buah-buahan yang ada. Dalam hati aku berpikir berkata “Apa yang aneh? Perasaan biasa-biasa aja.” Usut punya usut ternyata dia baru pertama kali ini melihat buah mangga yang sebenarnya. Ke-aneh-annya bertambah ketika dia makan mangga yang masih mentah. “Loh, kok asam? Bukannya mangga itu warnanya kuning, manis, dan kotak-kotak dadu? Bukan putih seperti ini, asam lagi! Kalian membohongiku..!” Itulah kata terakhir dari bunga pada acara jamuan itu. Usut punya usut (lagi) ternyata dia belum pernah makan mangga muda. Di rumah dia terbiasa mendapatkan sesuatu dengan mudahnya. Bahkan untuk urusan mangga ini. Biasanya dia dikasih mangga tuh ya warna kunign/oranye bentukya kotak-kotak dadu yang ditaruh di atas piring. Juga yang paling diingat adalah rasanya manis! Maka segenap panca inderanya (eh panca kan ganjil) ralat–> Maka seganjil panca inderanya menolak ketika dia tahu bahwa mangga itu awalnya berwarna hijau, berdaging buah putih, dan berasa asam.
Itu hanyalah sedikit contoh yang agak ekstrim memang. Aku hanya ingin nunjukin bahwa belajar dan berlatih tentang hal lain itu tidak kalah penting dengan kuliah. Tidak ada gunanya IPK cumlaude kalo tidak tahu dunia lapangan, dunia yang sebenarnya. Tidak ada gunanya kalo tidak bisa bersosialisasi. Bagaimana cara menempatkan diri. Bagaimana cara “menyenangkan” orang lain. Bagaimana mencari relasi, mempertahankan relasi. Bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain. Semua tidak dapat dipelajari di bangku perkuliahan.
Pintar dengan IPK selangit sih boleh-boleh aja. Tapi cobalah lihat dunia di luarmu. Kamu akan merasa tidak tahu apa-apa ketika orang-orang ngomongin tantang kehidupan sehari-hari. Itu kalo kamu mengakui. Kalo kamu tetap mengandalkan kemampuan akademismu bersiaplah untuk dimakan orang lain yang lebih “cerdik”. Walaupun tanpa kemampuan akademis. Keluarlah dari tempurungmu wahai katak. Jangan sampai nanti kamu akhirnya silau karena luasnya dunia, panasnya matahari, keberagaman manusia, dan masih banyak hal lain yang bisa membuatmu terpana.
Makanya kalo kuliah itu manfaatin waktu yang ada untuk belajar banyak hal. Jangan cuma kuliah trus pulang. Sekali waktu pergilah ke gembong, atau ke warung kopi tempat orang-orang kampung cerita macam-macam. Kamu akan mendapatkan hal-hal yang tak terduga. Sedikit demi sedikit mulailah masuk ke dunia yang kelak tidak akan dapat kamu hindari. Kuliah itu sudah membayar, jangan sampai kuliah menjadi penghambat bagimu untuk berkembang. Apa bedanya dengan katak yang membeli tempurung?
Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian hanyalah sedikit kesengajaan dariku. Khusus kudedikasikan buat teman-teman seperjuanganku. Semoga bermanfaat.
dooooh…dowoneee….
ehem…mbicarain saya ya?
jangan bocorin rahasiaku yang satu itu donk Mas…
mas, kok semuanya dikutip?
coba dibenerin lagi, biar lebih menarik.
atau malah cepat menganggur, eh?
ah, saya kurang sependapat sama ini. Menurut saya, kuliah itu nggak menyenangkan, tapi sangat menyenangkan!
dan sayangnya, saya setuju kalo dunia yang sangat menyenangkan ini harus segera ditinggalkan…
bukankah sesuatu akan terasa jauh lebih nikmat ketika kita hanya menikmatinya sesaat?
ehem…
apa postingan ini sekaligus untuk membenarkan ‘keputusan’ kamu yang kemaren itu Mas?
biar bisa menikmati kampus kita lebih lama?
hayah…seventrixxx!!!
Mrs. Neo Forty-Nine >>
sapa yang mbicarain kamu!huh GR luh. Sudah tak benerin tadi gak sengaja ke-klik trus gak kliatan, baru kliatan pas di-publish.
Yup bener cepet slesai brarti cepet nganggur dan bingung mau kemana. makanya siapkan segala sesuatunya sebelum lulus. so jangan lulus dulu kalo memang belum siap.
sayangnya kamu bukan termasuk dari “mereka” yang kusebut dalam postingan ini. sayangnya kamu bukan salah satu yang kuwawancarai.
akan lebih nikmat lagi kalo lebih lama kan?
bukannya membenarkan tapi… mencari penentram hati..heh..heh…
jangan ulangi lagi yah…nyepam disini…!!!
bagus…bagus….
pernah nemu gak mahasiswa yang IPnya kumlot, taat beragama, kontribusinya di sebuah organisasi sama sekali gak diragukan, di masyarakat diakui dan pandai bersosialisasi dan berpikiran terbuka menerima variasi2 yang ada…..?? kalo ada, baru tuh orang yang bisa dikatain bener-bener keren dan hebat…. ^_^
hasna >>
kayaknya belum ada orang seideal itu deh. tapi teteplah berusaha untuk menjadi ideal..lll
hasna:::
sebenernya ada. cuma saya ini kan orangnya rendah hati, jadinya ga mau cerita2
#Shelling Ford
daku tak bisa apa apa, cuma bisa muntah kawan…
Shelling Ford >>
ehm… bagus deh. smoga cepet lulus….
btw thx 4 ampirannya
U & Me >>
Yup…. tak siapin embernya.
::Hasna::
pernah nemu gak mahasiswa yang IPnya kumlot, taat beragama, kontribusinya di sebuah organisasi sama sekali gak diragukan, di masyarakat diakui dan pandai bersosialisasi dan berpikiran terbuka menerima variasi2 yang ada…..?? kalo ada, baru tuh orang yang bisa dikatain bener-bener keren dan hebat…. ^_^
>>
Kayaknya sih pernah ada tuh, tapi sekarang sudah meninggal. BUNUH DIRI.
ini sejalan dengan teori motivasi, jika IP rendah biasanya masih semangat, jika kontribusi kita masih diragukan orang biasanya masih semangat.
tapi kalo sudah ideal, buat apa lagi.. cari apa lagi, jadi ingin cepat ketemu tuhan aja..
alah teori motivasinya ketinggalan, kalau gak salah bunyinya gini:
motivati akan berada dipuncak ketika tujuan baru tercapai 50%
enx >>
yup betul tuh enx, seperti yang pernah kubilang.
bilang apaan mas??
ehem…
pernah ikut e eskyu ya Mas…?