G 30 S

Beberapa hal unik yang aku temui setelah berkunjung ke Padang
- ndengerin orang2nya ngomong kayak nonton suami2 takut istri, lucu.
- 30 menit pertama jalan2 keliling kota padang kayak gak ada bencana
- lyn (mikrolet) disini kayak jualan cutting sticker
- satu2nya kota yang gak ada rumah makan padangnya di indonesia (mungkin)
- nam daerahnya lucu2, ex: VII (tuju) koto, 2 x 11 (dua kali sebelas) enam lingkung sicincin.

sementara itu dule deh. Maaf gak bisa posting banyak2. kemampuan dan kemauan menulis sudah hampir hilang (padahal dulu juga gak pernah tinggi) he..he…

Habis Minum Martini 3 Gelas

Setelah setahun lebih tidak bersentuhan dengan peralatan selem-menyelam, kemarin tanggal 22 akhirnya terjadi juga. He..he.. maklum lah, saya hidup di desa. Jauh dari peradaban gituan. Jadi kalo pengen nyelam ya harus melakukan perjuangan berat… banget. Mulai dari nabung jauh-jauh hari, nyiapin waktu luang yang panjang trus tentu harus siap mengorbankan banyak acara yang lain. Bukan karena saya sibuk tapi karena ya itu tadi, rumah saya pelosok. Kalo mau nyelam, perjalanannya aja bisa sampai 10 jam. Nah lo, apa gak puyeng pas pulangnya tuh. Jadi sesampai dirumah masih harus nambah istirahat lagi. Jadinya waktu yang diperlukan bisa lebih lama 2 hari dari orang lain.. he.he..

Yang jelas saya tidak akan bercerita bagaimana persiapan saya. Bukan apa-apa, cuma saya juga bingung emang persiapan saya itu apa. Jadi saya cerita saja tentang hal lain. Walaupun sekarang masih terasa pusing kepala ini.

Jadi ceritanya jumat kemaren tanggal 22 saya berangkat ke pantai pasir putih di bagian timur pulau jawa itu. Sebelumnya transit dulu di kota para buaya buat ngecharge perut dan kantong :D .

Nggak sempat istirahat lama setelah kena bus lag langsung deh nyebur ke laut sambil masangin berbagai perkakas kehidupan di bawah air. Ribet juga ternyata setelah setahun gak berhubungan. Agak kikuk tapi alhamdulillah tetep lancar. First dive 18 meter, fuih keren…sampai dengkul lecet semua gara-gara nggak bisa ngimbangin badan ni. Sampai di perahu lagi 30 menit kemudian. Masih seger….

Sorenya lagi, second dive 22 meter. Sambil disuruh nglepasin tali-tali yang dipake jalur penyelaman. Keren juga sih, bulu babi, bintang laut, nemo, dan macem-macem lah. Sayang sekali saya gak sempat kenalan jadi ya nggak tahu siapa namanya yang lain. Juga cuma 40 menitan, cuma foto-foto yang banyak dilakukan di bawah.

Sampai di darat lagi baru terasa deh. Puyeng….badan limbung….mual…. Wah, susah dideskripsikan. Sampe sekarang masih terasa…. katanya sih kena NN alias Nitrogen Narcosis gitu, kayak habis minum martini 3 gelas…

Gamang

Hari-hari terakhir in banyak sekali kegiatanku. Tapi sayangnya juga banyak yang gak jelas. banyakan maennya. Tidak sesuai dengan target sama sekali
Gak tau lah, bingung. Untuk sementara yang penting berkegiatan yang positif aja lah.

Solusi Ngawur Soal Pramuka Smada Ngawi

kemarin habis ikut acara pelantikan bantaranya adek2 pramua smada. mmmm………sedikit ada kecewa ketika tahu
cuma 7 oarang yang jadi peserta pelantikan bantara (5pa, 2pi) tapi apalah arti
kecewa jika tanpa solusi.

ngobrol dengan beberapa adek ambalan sama sekali tidak tampak kegusaran di mata
mereka tentang sedikitnya anggota. malah enjoy mungkin, karena bisa lebih
intensif ngajarinnya (analisis ngawur dariku).

NGawur lagi….
dengan semakin banyaknya ekstrakurikuler yang ada di smada menjadikan semakin
banyak alasan untuk meninggalkan pramuka. Jadi sangat wajar kalo anggota semakin
sedikit. Otomatis persaingan semakin ketat untuk rebutan calon anggota,
khususnya kelas 10. Sayangnya persaingan ini tidak diikuti oleh adek2 kita di
ambalan. jadi sepertinya mereka cuma nunggu turahan, nunggu dapet hidayah
kale…baru masuk pramuka

Masih ngawur….
usaha konkrit untuk membuat pramuka (smada) menarik belum ada. Yang ada cuma
mengulang kebiasan2 kita sejak ratusan tahun lalu, salah satu contoh nyata
ketika ada penempuhan poin SKU. Kaget banget ternyata pertanyaan2nya masih sama
kayak saya dulu nempuh untuk poin yang sama. Luar biasa….. betapa hebatnya
yang njaga tradisi itu..

Uneg-unegnya sudah….

Sekarang solusi ngawur….
Permalaikatlah dengan semua yang telah dilakukan orang terdahulu. Sekarang hapus
semua arsip kalo perlu, stop cerita tentang masa lalu, hentikan nostalgia
kegiatan di smada. trus gimana..?

Biarkan adek2 mempersepsikan sendiri apa itu pramuka. hingga dengan pemahaman
mereka sendiri mereka bisa bertindak sesuai dengan tingkat kemampuan mereka.
Lalu..?

Sambil terus kita pantau dan berikan bimbingan jika mereka meminta.

Brikan juga sedikit stimulus bahwa kegiatan itu haru menyenangkan. jadi jangan
lakukan hal-hal yang tidak menyenangkan. Kalo nempuh SKU tidak menyenangkan ya
gak usah nempuh aja, so? Buat hal yang menyenangkan dong….

Yang menyenangkan itu gimana?

ya yang tahu ya yang nglakuin, bagi saya njailin orang itu menyenangkan tapi
belum tentu bagi mas achoy atau yang lain. maka jelas yang lebih tahu apa/gmn
yang menyengkan bagi adek2, yang tahu ya adek2 sendiri.

Apakah kita tidak boleh ngasih masukan?

ya boleh aja…. tapi kalo bisa mending gak usah daripada ntar mereka ngrasa
seperti diawasi. Efeknya ntar jadi takut melukakn sesuatu, takut salah, yang
akhirnya bakalan ditegur sama alumni, takut soalnya teguran itu dianggap sebagai
nyalahin.

Ruwet kan?

Jelas, ruwet banget kalo cuma diomongin… tapi akan lebih gampang kalo
dilakuin.

Nah sekarang sudah jelas, kapan semua yang kita omongkan disini itu kita
lakukan?

mohon doa temen2 smua, smoga jualan yang disanggar bisa tambah besar akhirnya
bisa nyangga kebutuhan dana di sanggar. Amin

Senangnya Hidup di Desa

Kira-kira sudah 7 bulan ini saya meninggalkan dunia perkuliahan. Mencoba cari penghidupan di desa ceritanya. Bukan karena terpaksa tapi memang berkeinginan seperti itu.
Berbekal ilmu yang sudah didapat selama lebih dari lima tahun di kota besar, saya mencoba menerapkan di kampung halaman saya tercinta, desa ngale, kecamatan paron, kabupaten ngawi, jawa timur.
Tentunya dengan penuh kepercayaan diri saya menjalani hari-hari saya di desa. Minggu-minggu awal cukup menikmati hari di rumah saja sambil melakukan pengamatan. Mencoba mempelajari harus saya mulai dari mana saya bergerak untuk desa ini.
Yak, ketemu! Dari temen cangkruk. Teman sebaya yang sering saya ajak ngobrol tentang kondisi desa tercinta ini. Awalnya sih memang berat banget mau ngajak ngobrol yang sedikit “berat”. Tapi sedikit demi sedikit keluar juga apa yang sebenarnya ada di benak mereka.
Semakin sering ngumpul akhirnya terbentuklah organisasinya. Muncullah yang namanya karang taruna, organisasi yang sudah lebih dari 5 tahun gak ada actionnya. Dan jadilah saya sebagai ketuanya.
Bagaimanakah selanjutnya..? Ikuti episode selanjutnya
(semoga bisa menyempatkan diri)

Bosan Cari Kerja

Dulu, sewaktu saya masih kuliah, saya nekaaaat cuti satu semester buat membikin suatu usaha. Pada awal mau cuti belum kebayang sebenarnya mau usaha apa. Pokoknya bikin usaha yang menghasilkan duit.

Berhubung waktunya cuti sudah dijalanin, mau gak mau harus ada kegiatan konkret nih. Berpikir sejenak akhirnya teringat impian saya waktu masih semester 4. Bikin laundry. Ya, laundry. Usaha yang gak bakal ada matinya, menurut saya.

Semakin lama manusia akan semakin mencari kepraktisan. Apalagi masyarakat perkotaan. Semakin sempitnya rumah tinggal, besar kemungkinan mereka tidak punya jemuran. Kalaupun punya, belum tentu mereka sempat untuk mencuci baju yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. Ditambah lagi waktu pengeringan yang lama juga. Padahal jika mereka pegawai kantoran, waktunya sudah banyak habis untuk bekerja dan di jalan.

Maka, pilihan yang tepat untuk baju kotor jelas, laundry. Tinggal siapkan beberapa ribu, anter ke tempat laundry-an ato cukup sms, ambil pas pulang kerja sudah bersih, rapi, dan wangi.

Sebenarnya bisa juga dengan mempunyai mesin cuci dan mesin pengering sendiri. Tapi jelas dibutuhkan biaya yang terlalu besar untuk kapasitas cucian rumah tangga. Belum lagi harus ditungguin prosesnya, berarti butuh operatornya. Hem.. repot kan?

Hal seperti itu sedikit banyak mirip juga dengan dunia perkuliahan. Cuma bedanya, anak kost lebih disebabkan karena kemalasan.

Ok, kembali lagi ke topik. Dengan ide saya yang seperti itu, banyak yang menghalang-halangi niat saya. Atau paling tidak menyayangkan langkah yang saya ambil waktu itu.

Berbagai saran dan nasihat saya dapatkan. Tapi tidak sedikitpun mengubah niatku.

Waktu itu banyak yang bilang kalau pengorbanan saya terlau besar. Mengorbankan kuliah untuk membuat usaha. Berhubung waktu cuti sudah berjalan, mau tidak mau saya harus segera memulai usaha itu.

Dari mana saya mendapatkan modal? Mungkin waktu itu uang 100 ribu saja saya tidak punya. Padahal untuk memulai usaha laundry tentu butuh jutaan bahkan mungkin puluhan juta.

Saya putuskan untuk minta tolong sama teman-teman saya, barangkali ada yang mau minjemin dulu. Hasilnya nihil. Hampir satu bulan menganggur, akhirnya ada titik terang. Kakak perempuan saya menawari pinjaman. Tapi dari bank, dengan bunga sekian dan cicilan perbulan sekian. Langsung saja saya sanggupi. Walaupun belum tahu harus seperti apa ntar. Kalo kebanyakan orang memulai usahah dari nol, saya memulai dari minus. Hutang bank 15 juta plus bunganya, dicicil perbulan selama 2 tahun.

Oleh kakak saya ditanyain tentang prospeknya gimana? Kujawab dengan singkat dan meyakinkan. Selalu ada pasar untuk apa saja. Seperti kata Mikael Beckmen bintang film porno amerika serikat.

Continue reading ‘Bosan Cari Kerja’

Yawudah….

Tiap jam cuma kepikiran satu hal….

Hm… ternyata ada susahnya juga ya

Nggak semua yang dibayangkan bisa diwujudkan

Aneh,

Cuma beberapa menit kok

Tapi kok seratus delapan puluh derajat bedanya

Segampang itukah?

Beberapa menit lagi berubah lagi

Hm… dasar..!!!

Biarlah, terserah, Ya udah.

Sumpah Pemuda Komunitas Merdeka

Mending telat lah daripada nggak sama sekali.

Ceritanya nih saya dapat tugas buat mubliksikan acara peringatan sumpah pemuda oleh komunitas merdeka. Acaranya pas tanggal 28 oktober kemaren di alun-alun ngawi. Cukup menarik dengan kemasan sederhana dan original. Dengan mengundang tonti (peleton inti) -pasukan pengibar bendera sma 2 ngawi- sebagai pasukan pembawa bendera keliling alun-alun. Diselingi dengan sedikit aksi teatrikal. Aksi tetrikal ini dilakukan di tiga titik sekitar alun-alun, yaitu di bunderan meriam, bunderan depan dprd, dan satu lagi di depan paseban kabupaten ngawi. Hujan yang turun ruintik-rintik menambah heroik suasana namun tidak mengurangi semangat para pelaku untuk meneruskan acara.

Cukup menggugah dikala banyak orang sudah melupakan arti sumpah pemuda. Kala hampir tidak ada lagi yang memperingatinya, komunitas merdeka hadir dengan keoriginalan ide untuk peringatan sumpah pemuda ini.

Ketika menonton acara itu saya sempat muncul pertanyaan. Kenapa yang memperingati sumpah pemuda hanya segelintir orang ini? Tidak adakah orang/pemuda/i lain? Selanjutnya, apakah dengan cara seperti ini memperingati sumpah pemuda? Adakah cara lain yang lebih “baik”?

Jawabannya ada di hati nurani kita masing-masing. Mari momen ini kita gunakan sebaik-baiknya untuk selalu berproses menjadi lebih baik.

Lebaran, Dolan Thok..!!

Rioyoan, dolan menyang kanca-kanca. Njaluk sepura marang sing didolani.

Isine mung dolan thok.

Njaluk sepura pisan karo kanca-kanca ning ndonya ra nyata kabeh.

Masjid Ngawi

Ada sedikit harapan ketika aku melewati jalan depan tribun alun-alun ngawi. Kulihat ada crane yang sedang diparkir di depannya. Setelah clingak-clinguk sebentar baru ngeh kalo mau dipake buat nanem paku yang gedenya sepaha para pemain bola itu. Nanemnya dimana? Tidak lain dan tidak bukan ya tentu saja di bekas masjid baiturrohman.

besoknya aku datang lagi… ehm.. cranenya sudah dipake. sudah beberapa paku yang tertancap. Suasana sekitarnya jadi agak bising oleh dentuman pemukulnya. Beberapa pekerja tampak lalu lalang gak ngerti aku lagi ngerjakan apa. Tampak pengawas proyeknya berteduh di bawah poho sebelah tribun alun-alun. Aku merasa sedang diawasi saja ketika ngambil foto dari berbagai sudut. Maklumlah, kan proyek bermasalah.

Kalo di plangnya sih bilang kalo cuman renovasi. Tapi masak renovasi kayak gitu. Kayak mbangun baru aja lawong bangunan lamanya gak berbekas sama sekali. Bahkan pagernya pun sudah ilang. Yang ngerjakan PT Satwiga Mustika Naga yang ada di geneng itu. Ya semoga amanah dan bisa sampai kelar. Sudah makan apbd segitu gede (12 miliar man) masak gak kelar juga.

Next Page »